Ingat, Cuma Asuransi Ini yang Tanggung Risiko Banjir

Ingat, Cuma Asuransi Ini yang Tanggung Risiko Banjir
Ilustrasi, asuransi mobil - dol.APKPure.com

Jakarta, Motoris – Banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya serta sebagian wilayah Lebak, Banten, tanggal 1 Januari lalu mengakibatkan sejumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat menjadi korban. Manfaat perlindungan asuransi pun menjadi topik hangat perbincangan masyarakat.

Salah satu topik yang menjadi perbincangan adalah, asuransi mobil All Risk, ternyata juga tak bisa untuk mengklaim perlindungan atas dampak yang disebabkan banjir. Kecuali disertai klausul tambahan yang dinamai perluasan perlindungan.

“Nah, peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita, dimana mobilnya mengalami kerusakan akibat terendam banjir itu, menyadarkan kita betap pentingnya asuransi mobil yang juga meng-cover risiko akibat banjir,” ungkap Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe, saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Menurut, Dody masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa asuransi mobil dengan cakupan perlindungan All Risk bakal mencakup pertanggungan atas risiko banjir. Ternyata, risiko banjir di luar item atau jenis risiko yang ditanggung.

“Meskipun, itu bisa ditanggung oleh asuransi dengan syarat, pemegang polis atau nasbah asuransi memperluas cakupan perlindungan atas risiko terhadap banjir. Namanya perluasan,” kata Dody.

Ilustrasi, mobil yang terendam banjir- dok.BestRide

Senada dengan Dody, Ketua Bidang SDM dan Literasi AAUI, Julian Noor menegaskan, saat ini yang perlu dipahami masyarakat adalah jenis-jenis asuransi kendaraan berikut cakupan perlindungan yang ada di dalamnya.

“Sebenarnya, di masyarakat sudah dikenal asuransi Total Loss Only dan All Risk. Tetapi, apa isi cakupannya, barangkali belum seratus persen dipahami. Oleh karena itu perlu ditegaskan kembali, apalagi yang perluasan, itu banyak yang belum tahu,” ujar dia.

Jenis pertama adalah, Total Loss Only (TLO). Asuransi ini memberikan jaminan risiko kehilangan dan kerusakan minimum 75-80% dari harga pasar kendaraan bermotor yang diasuransikan. Jenis kedua, All Risk yang memberi jaminan kepada kendaraan bermotor yang diasuransikan atas risko akibat tabrakan, terbentur, terbakar, perbuatan jahat, dan lainnya.

Ilustrasi risiko yang diproteksi oleh asuransi kendaraan bermotor jenis All Risk – dok.Istimewa

Perlu perluasan
Jenis ketiga adalah All Risk dengan penambahan perluasan jaminan. Aspek perluasan perlindungan terhadap risiko itu mencakup beberapa akibat bencana alam, seperti banjir, gempa bumi. Bahkan risiko akibat dampak tindakan terorisme, sabotase, penggelapan, dan sebagainya.

“Tambahan biaya premi untuk perluasan jaminan itu sebenarnya tidak mahal. Untuk perluasan jaminan risiko akibat banjir banjir misalnya, hanya 0,125% dari harga kendaraan untuk daerah Jabodetabek,” terang Julian.

Jika para pemilik kendaraan telah mengantingi asuransi dengan jenis All Risk perluasan jaminan banjir, dan kemudian mobilnya terendam banjir, mereka bisa segera melaporkan kejadian yang menimpa kendaraannya ke perusahaan asuransi.

Ilustrasi mobil terendam banjir – dok.True Activist

“Kalau kerusakan hanya sebagian saja, maka akan diperbaiki perusahaan asuransi. Tetapi, jika kerusakannya menyeluruh atau total, maka pemilik mobil akan mendapatkan nilai ganti rugi sebesar harga pasar kendaraan pada saat kejadian atau maksimal sesuai nilai yang tercantum di polis,” terang Julian.

Namun yang perlu dicatat, untuk pengajuan klaim ini dikenai biaya risiko sebesar 10% dari nilai kliam. “Atau minimum Rp500 ribu per kejadian,” imbuh Julian. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This