Harga Rokok Naik, Leasing Optimis Pasar Motor Tetap Ciamik

Harga Rokok Naik, Leasing Optimis Pasar Motor Tetap Ciamik
Honda ADV 150 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Para pelaku lembaga pembiayaan (leasing) di Indonesia mengaku masih optimis pasar sepeda motor akan tetap tumubuh atau minimal stabil dibanding tahun 2019 meski harga rokok dan tarif listrik maupun iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) naik. Motor sebagai sarana mobilitas untuk berbagai keperluan akan tetap diprioritaskan masyarakat.

“Saya rasa masyarakat masih akan tetap memilih sepeda motor daripada untuk kebutuhan lain, Termasuk saat harga rokok naik. Kalau tarif listrik (untuk golongan rumah tangga berdaya 900 Volt Ampere) masih belum bisa kita perkirakan dampaknya, karena asih kita hitung. Tetapi, kami optimis pasar paling tidak tetap stabil pada tahun ini,” ungkap Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF) Group, Margono Tanuwijaya, saat dihubungi Motoris, Selasa (7/1/2020).

Menurut dia, sepeda motor saat ini sudah dianggap sebagai salah satu kebutuhan utama oleh masyarakat karena terbukti sebagai sarana vital bagi masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari baik untuk keperluan sosial maupun usaha ekonomi produktif. Dengan sifatnya yang fleksibel di berbagai kondisi jalan, dan biaya operasinya yang murah, motor dinilai sebagai solusi.

Ilustrasi,varian lain Suzuki, Suzuki GSX-R150 ABS – dok.Motoris

“Bahkan sepeda motor menjadi sarana atau barang modal untuk berusaha. Biaya operasional yang efisien dan sifatnya yang fleksibel menjadi alasan bagi masyarakat untuk memilihnya. Jadi, kalau harga rokok atau lainnya naik, saya rasa kebutuhan mendapatkan sepeda motor (dengan cara kredit), masyarakat akan berusaha bagaimana caranya agar tetap bisa memiliki kendaraan itu (motor),” papar Margono.

Justeru jadi pilihan
Optimisme senada diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno. Dia menyebut pertumbuhan kredit sepeda motor justeru akan naik, jika harga-harga barang lain, seperti tokok naik. Begitu pun dengan tarif listrik.

“Karena skema kredit atau pembiayaan itu kan lebih fleksibel dengan kemampuan masyarakat. Misalnya, kemampuannya berapa, maka uang mukanya bisa disesuaikan. Angsurannya juga. Jadi, justeru cara kredit akan menjadi pilihan. Sehingga, pasar kendaraan bermotor roda dua, jika tidak akan banyak terganggu. Minimal stabil, sama dengan tahun 2019. Kan selama ini, sekitar 70% pembelian juga menggunakan kredit.,” ungkap Suwandi saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).

Sekadar catatan, sejak 1 Januari 2020, harga eceran rokok di Tanah Air naik sebesar 35%, setelah pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 menaikan tarif cukai rokok sebesar 23%. Sementara, berdasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75/2019 iuran BPJS juga dikerek.

Ilustrasi, Yamaha Freego, model terbaru Yamaha yang diluncurkan di IMOS 2018 – dok.Motoris

Sedangkan soal tarif listrik, dalam pembahasan subsidi antara pemerintah dengan dengan DPR pada Oktober lalu, rencana itu mengemuka, adan akan dilakukan tahun ini. Meski, untuk tarif listrik ini, hingga kini belum secara resmi diumumkan.

Adapun soal penjualan sepeda motor, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukan di rentang Januari – November tercatat sebanyak 6.065.314 unit. Sedangkan di kurun waktu yang sama pada tahun 2018 lalu, penjualan sebanyak 5.929.930 unit.

Penjualan sepanjang tahun 2019 diperkirakan sebanyak 6,45 juta unit. Jumlah ini naik 1-2% dibanding penjualan tahun 2018. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This