Memasuki Standar Euro 4 Diesel, Kesiapan BBM Dipertanyakan

Memasuki Standar Euro 4 Diesel, Kesiapan BBM Dipertanyakan
Ilustrasi, dispenser BBM di sebuah SPBU - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kalangan pabrikan dan agen pemegang merek kendaraan di Indonesia yang menjajakan kendaraan bermesin diesel – baik untuk penumpang maupun komersial – disebut telah lama siap memasuki era standar emisi Euro 4 mulai April 2021 nanti. Saat ini yang justeru dipertanyakan adalah kesiapan bahan bakar minyak (BBM) berstandar itu berikut distribusinya di Indonesia.

“Saya kira teman-teman industri (produsen mobil) tu sudah siap. Sehingga, kalau kita bicara kesiapan teknologi kendaraan (diesel) itu bukan sesuatu isu yang harus diperbincangkan lagi. Karena produsen mobil sudah lama telah menghasilkan teknologi ini. Nah, kalau kita bicara Indonesia, justeru yang menjadi pertanyaan itu adalah, bagaimana dengan kesiapan BBM-nya. Bagaimana kesiapan distribusinya nanti?,” ungkap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, saat ditemui usai diskusi kesiapan menjelang penerapan standar Euro 4 di Jakarta, Senin (3/2/2020) kemarin.

Pernyataan senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Penfusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman. Menurut dia, kepastian terhadap ketersediaan – baik secara kualitas maupun jumlah BBM berstandar Euro 4 yang didistribusikan – bagi armada truk di Indonesia meripakan isu yang paling utama.

Ilustrasi, salah satu model truk Isuzu – dok.Motoris

“Karena mobilitas truk sebagai angkutan logistik dan distribusi barang ini kan tinggi. Jangakauannya tidak hanya dalam kota saja, tetapi juga di luar kota, bahkan luar provinsi atau malah ke luar pulau. Nah, bagaimana ketersediaan BBM berstandar itu di seluruh daerah. Ini yang menjadi isu pening untuk segera dipastikan,” papar dia saat dihubungi Motoris, Selasa (4/2/2020).

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan juga memberi catatan khusus soal ketersediaan BBM stnadar Euro 4. Baik kualitasnya maupun distribisi atau ketersediaannya di berbagai pelosok negeri.

“Kalau kita sudah berkomitmen untuk menerapkan standar itu (Euro 4) ya semestinya berbagai konsekwensi dari kebijakan itu harus diperhitungkan. Jangan sampai kita mewajibkan masyarakat, tetapi justeru memberatkan dan memberi masalah kepada masyarakat. Kalau bus, sebagian besar bus-bus yang ada, terutama kekaran pabrikan Eropa yang digunakan oleh PO (perusahaan otobus) di Indonesia, itu sudah Euro 4. Jadi kalangan pengusaha sudah siap dari dulu sebenarnya,” kata dia saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Kurnia Lesani Adnan, Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia – dok.Istimewa

Selama ini, para pengusaha bus bahkan telah mengakali mesin standar Euro 4 yang digunakan armadanya dengan menambahkan aditif bahan bakar. Hal itu dilakukan, agar mesin tidak cepat rusak karena bus harus menenggak BBM solar yang non standar Euro 4.

“Bukan kita tidak mau beli BBM standar Euro 4. Tetapi kan ketersediaannya di dearah-daerah yang jauh dari kota juga belum semuanya ada,” imbuh Lesani.

Sementara itu, General Manager Product Development PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Tonton Eko menyatakan pihaknya sudah siap menggelonotorkan kendaraan berstandar Euro 4. “Kami dari Isuzu sudah siap dalam menghadapi regulasi pemerintah mengenai Euro 4. Sebab, kami sudah memiliki engine yang mendukung emisi tersebut sejak tahun 2011, yaitu engine Common Rail,” ungkap dia. (Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This