Astra Honda Diterpa Dugaan Monopoli Pasar Oli Motor

Astra Honda Diterpa Dugaan Monopoli Pasar Oli Motor
Ilustrasi, mekanik bengkel resmi Honda, AHASS Honda - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan segera membawa dugaan kasus monopoli pasar minyak pelumas (oli) oleh PT Astra Honda Motor (AHM) di jaringan bengkel yang beralifiasi dengannya. Pasalnya kasus ini disebut statusnya telah naik menjadi perkara.

Seperti diungkapkan salah seorang Komisioner KPPU, Guntur Syahputra Saragih, dugaan kasus ini sudah dipelajari dan diinvestigasi. “Sudah diputuskan akan disidangkan (dilimpahkan ke pengadilan). Namun, masih belum ditentukan jadwalnya,” kata Guntur kepada Motoris, Senin (17/2/2020).

Sebelum menetapkan status dugaan itu menjadi perkara, investigator KPPU telah melakukan investigasi dan mengumpulkan berbagai bukti. “Jika nanti sudah masuk ke persidangan, pelaku usaha (AHM) berhak menyampaikan bantahan atau klarifikasi atas bukti yang diajukan oleh investigator KPPU,” ungkap dia.

Seperti dikuti Harian Bisnis Indonesia, 20 Januari 2020 lalu, Deputi Penegakan Hukum KPPU, Hadi Susanto mengatakan perkara ini bermula dari kedatangan Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) yang menyampaikan keluhan bahwa mereka kesulitan memasarkan produk karena adanya dugaan monopoli pasar.

Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih – dok.Motoris

“Mereka datang 1 tahun yang lalu, kemudian berdiskusi dengan kita dan menyampaikan keluhan kesulitan memasarkan produknya di bengkel-bengkel yang merupakan link AHM. Memang, bengkel-bengkel yang berada di bawah AHM, tersebar di seluruh Indonesia sampai pelosok-pelosok,” ujar dia.

Setelah mendapatkan keluhan itu, lanjut Hadi, KPPU menggali berbagai informasi termasuk meminta data, mengumpulkan meminta data, mengumpulkan informasi di lapangan serta bersinergi dengan Deputi Pengkajian Ekonomi KPPU guna melakukan penelitian intensif. Singkat cerita, dari penelitian tersebut, lanjut dia, ditingkat ke penyelidikan.

Sebab, lanjut dia, KPPU menemukan ada dugaan hambatan masuk bagi produk-produk pelumas merek lain ke jaringan bengkel yang berkaitan dengan AHM. “Kami kemudian melakukan verifikasi dan sudah pada tahap pemberkasan kemudian diajukan ke persidangan,” terang Hadi.

Ilustrasi pelumas – dok.RBTE Report

Praktik ini disebutkan melanggar pasal 15 ayat 2 dan ayat 5 Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli.

Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT AHM, Ahmad Muhibuddin yang dihubungi Motoris, Senin (17/2/2020) siang masih enggan mengomentari soal pelimpahan perkara dugaan monopili pasar tersebut ke pengadilan. “Kami menunggu saja, keterangan yang akan disampaikan (KPPU) di pengadilan,” ucap dia singkat. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This