Banjir, Kegiatan Lumpuh Pengusaha Truk Merugi

Banjir, Kegiatan Lumpuh Pengusaha Truk Merugi
Ilustrasi, truk pengangkut barang dari dan menuju pelabuhan, yang melintas di jalan tol - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (24/2/2020) hingga Selasa (25/2/2020) pagi telah menimbulkan banjir di kawasan ini, tak terkecuali di sentra kegiatan bongkar muat truk di pelabuhan Tanjung Priok. Akibat peristiwa ini pengusaha truk berpotensi merugi karena truk tak bisa beroperasi.

“Depo-depo dan garasi truk di Tanjung Priok terendam banjir. Memang belum ada laporan resmi dari teman-teman pengusaha, tetapi kalau kita hitung di jumlah truk ekspedisi di wilayah Jakarta, itu ada kurang lebih 20.000 unit truk. Kendaraan ini tidak bisa beroperasi, sehingga kegiatan lumpuh,” tutur Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aprtindo), Kyatmaja Lookman saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Dengan jumlah armada sebanyak itu, dalam sehari, kerugian akibat lumpuhnya operasi itu ditaksir mencapai Rp 30 miliar.  Nilai ini belum termasuk barang yang harus diangkut, yang merupakan milik pengusaha atau perusahaan lain untuk ekspor maupun dari impor.

Nilai barang-barang tersebut jauh lebih mahal. Bahkan hingga ratusan miliar rupiah. “Jadi banjir ini dampaknya sangat besar. Termasuk ke kegiatan ekspor impor, karena kegiatan truk pengangkut barang lumpuh,” ucap Kyatmaja.

Kyatmaja Lookman – dok.Pribadi

Rata-rata satu perusahaan memiliki armada di atas 100 unit. Dan kerugian itu untuk operasional saja, belum termasuk kerusakan truk yang terendam air bah. Biaya perbaikan untuk truk yang bernasib naas itu, kata Kyatmaja, sekitar Rp 20 – 30 juta.

“Belum kerugian dari barang yang terendam. Karena pagi tadi, Ketua Umum kami (Aptrindo, Gemilang Tarigan) mengecek ke sejumlah depo, banyak barang kualitas layer satu terendam banjir,” terang CEO Lookman Djaja Group itu.

Akibat kejadian seperti ini, Kyatmaja memperkirakan dampak terhadap kegiatan ekspor – impor pada hari ini juga terganggu. Saat ini, pengusaha ekspedisi, kata Kyatmaja, juga tengah melakukan upaya-upaya meminimalkan kerugian. Sehingga, jika nilainya ditotal  diperkirakan bisa mencapai triliunan rupiah.(Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This