Mau Buka SPBU “Pertamini” Resmi? Investasi Rp 100 – 300 Juta

Mau Buka SPBU “Pertamini” Resmi? Investasi Rp 100 – 300 Juta
Salah satu Pertashop yang sudah beroperasi di Tabanan, Bali - dok.Pertamina

Jakarta, Motoris – Jika selama ini di masyarakat banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berukuran mini dan tak resmi – yang biasa disebut dengan nama plesetan Pertamina – kini PT Pertamina (Persero) menawarkannya secara resmi. Tawaran SPBU mini bernama Pertashop itu ditujukan kepada Pemerintahan Desa, Koperasi serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia.

Seperti dijelaskan Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid, dalam siaran pers, Jumat (28/2/2020), ada dua pola investasi yang ditawarkan. Pertama, Pertamina yang berinvestasi dan desa atau mitra (UKM maupun koperasi) yang menjalankan operasional bisnis.

“Yang kedua, desa (termasuk pelaku UKM atau koperasi) yang melakukan Investasi dan ada rasio pembagian keuntungan,” ujar dia.

Ada tiga kategori Pertashop yang bisa dipilih oleh mitra. Ketiganya adalah Gold, Platinum dan Diamond. Pertashop Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 kilometer atau sesuai dengan hasil evaluasi.

Kategori Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 kiloliter, dengan luas lahan 200 meter persegi. Lokasinya disyaratkan berada di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Ilustrasi, petugas Pertashop tengah mengisikan BBM ke kendaraan pelanggan – dok.Pertamina

Kategori Diamond berkapasitas penyaluran 3.000 liter per hari, dan memiliki tangki timbun 10 kiloliter dengan luas lahan 500 meter persegi. Pertashop kategori ini disyaratkan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU. Pertamina menargetkan dari 7.196 kecamatan di Indonesia, sebanyak 3827 kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur akan dibangun satu outlet Pertashop.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyebut untuk investasi Pertashop ini ada dua skema. Pertama investasi senilai Rp 100 – 300 juta ini termasuk lahan serta perizinan. Kedua, sekitar Rp 300 – 700 juta juga termasuk lahan untuk lokasi SPBU itu plus perizinan.

“Bedanya pada ragam produk yang dijual di SPBU tersebut, untuk masing-masing kategori. Untuk bahan bakarnya akan disuplai dengan harga yang ditetapkan, yang telah memperhitungkan margin keuntungan untuk mitra,” ujar dia dihubungi Jumat (28/2/2020).

Rincian skema investasi yang ditawarkan sebagai berikut:

Skema pertama
1.Gold
Produk ritel yang dijual hanya produk milik Pertamina saja. Investasi dana untuk lahan dan perizinan Rp 300 juta. Dengan margin Rp 850 perliter, maka keuntungan bersih per bulan Rp 3 – 7,5 juta.

Ilustrasi, petugas SPBU Pertamina – dok.Istimewa

2.Platinum
Selain menjual produk ritel milik Pertamina, kategori bisa disertakan produk UMKM dan outlet pulsa. Investasi dana untuk lahan dan perizinan Rp 500 juta. Harga jual BBM sama dengan SPBU. Dengan margin Rp 600 perliter, maka keuntungan bersih per bulan diperkirakan Rp 4,75 – 12,5 juta.

3.Diamond
Selain menjual produk ritel milik Pertamina, produk UMKM, dan outlet pulsa, di kategori ini disertakan barang-barang kebutuhan sehari-hari dan juga cafe. Investasi dana untuk lahan dan perizinan Rp 700 juta. Dengan asumsi margin Rp 350 per liter, maka keuntungan bersih per bulan yang diperolejh diperkirakan Rp 14 – 28 juta.

Skema dua
1.Gold
Produk ritel yang dijual hanya produk milik Pertamina saja. Investasi dana untuk lahan dan perizinan Rp 100 juta. Dengan asumsi margin Rp 650 per liter, maka keuntungan bersih per bulan diproyeksikan Rp 2,5 – 5,3 juta.

Ilustrasi, petugas SPBU Pertamina – dok.Istimewa

2.Platinum
Investor yang mengambil kategori ini, dengan skema kedua selain bisa menjual produk ritel milik Pertamina, juga boleh menjual produk UMKM dan outlet pulsa. Investasi dana untuk lahan dan perizinan Rp 145 juta. Dengan harga jual BBM sama dengan SPBU dan margin Rp 400 per liter, keuntungan bersih per bulan kira-kira Rp 4 – 8,5 juta.

3.Diamond
Untuk kategori ini, selain menjual produk ritel milik Pertamina, produk UMKM, dan outlet pulsa, bisa disertakan consumer goods juga café. Investasi untuk lahan dan perizinan Rp 165 juta. Dengan margin Rp 250 per liter, keuntungan bersih per bulan kira-kira Rp 10,7 juta sampai Rp 19 juta. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This