Denso dan Kenda Tire Relokasi Pabrik dari Cina ke Indonesia

Denso dan Kenda Tire Relokasi Pabrik dari Cina ke Indonesia
Ilustrasi, kantor pusat Denso - dok.Denso Global

Jakarta, Motoris – Meski paparan dampak wabah virus corona (Covid-19) yang “menampar” aspek sosial dan ekonomi masyarakat dunia, termasuk Indonesia, namun kondisi industri manufaktur di Tanah Air, termasuk industri otomotif berikut pendukungnya dinilai masih menjanjikan. Terbukti, sudah ada tujuh perusahaan yang merelokasi pabrik mereka dari Cina ke Indonesia, dan dua di antaranya adalah industri komponen otomotif.

“Saat ini merupakan kesempatan yang bagus bagi industri kita, karena di tengah kondisi Covid-19 ini investasi untuk sektor otomotif masih optimis bagus. Bahkan investasi terus mengalir. Kalau yang sudah masuk terus melakukan proses penyelesaian konstruksi untuk siap beroperasi tahun depan ( tahun 2021, yakni Hyundai Motor Group), sekarang ini, seperti yang sudah disampaikan Bapak Presiden (Joko Widodo) dan Menko Kemaritiman dan Investasi (Luhut Panjaitan), sudah ada beberapa perusahaan dunia yang merelokasi pabriknya (dari Cina) ke Indonesia, termasuk di antaranya industri (pembuat komponen pendukung) otomotif,” papar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, saat webinar persiapan penyelenggaraan Indonesia Modification Expo (2020) di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Data yang diperoleh Motoris dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, dua pabrikan tersebut adalah Denso (PT Denso Indonesia), perusahaan asal Jepang yang selama ini dikenal sebagai produsen suku cadang kendaraan bermotor. Produk yang dihasilkan merek ini mulai dari belt mesin, fan belt, filter udara, busi, hingga perangkat pendingin (AC) mobil.

Ilustrasi, DEnso – dok.Counterman Magazine

Perusahaan kedua adalah, Kenda Tire (PT. Kenda Rubber Indonesia). Perusahaan asal Taiwan itu merupakan produsen ban untuk berbagai kendaraan, mulai dari sepeda, mobil, pikap, truk ringan, kursi roda, van, hingga trailer.

“Sebenarnya perusahaan-perusahaan itu sudah hadir di Indonesia dengan produk yang juga untuk mendukung sektor otomotif, tetapi ini akan semakin beragam dan lengkap dengan hadirnya pabrik baru mereka yang direlokasi ke Indonesia. Sehingga, ujungnya akan membuat industri otomotif semakin kompetitif, baik untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) maupun after market-nya,” kata Putu usai webinar.

Dia memastikan, pemerintah juga terus memberikan stimulus fiskal maupun non fiskal bagi investor yang akan masuk maupun industri yang telah ada di Tanah Air, tak terkecuali industri di sektor otomotif. Stimulus yang diberikan berupa fiskal maupun non fiskal.

Kemudahan impor barang modal dan barang pendukung produksi, potongan tarif perpajakan, dan lainnya terkait fiskal diberikan. Begitu pun dengan non fiskal seperti kemudahan perizinan.

Salah satu ban produk Kenda Tire – dok.Nengun Performance

Ekspor
Sementara, kolega Motoris di BKPM yang dihubungi di Jakarta, Rabu (1/7/2020) petang menyatakan, semua perizinan dan yang berkiatan dengan prosedur administrasi relokasi itu sudah hampir final.

“Mereka memilih lokasi di Gringsing, Batang, Jawa Tengah, yang lokasinya beberapa waktu lalu ditinjau Pak Presiden (Joko Widodo). Arealnya yang digunakan saat ini 450 hektar. Kalau total luas kawasan ini 4.000 hektar.  Kalau Presiden (Jokowi) saat ini senang, wajar. Karena sebelumnya ada 33 perusahaan yang relokai pabrik ke luar Cina, tetapi ternyata tidak ke Indonesia. Nah, sekarang ada lagi reokasi, dan Alhamdulillah mauk ke Indonesia, karena kita dinilai cukup kompetitif,” ujar dia.

Hanya dia tak bersedia menyebut kapasitas produksi dan jenis produk yang dihasilkan pabrik baru dari dua industri yang relokasi ke Indonesia tersebut. Meski, tak menampik kabar bahwa produk yang dihasilkan merek juga diorientasikan untuk pasar ekspor.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi), seperti disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (30/6/2020) telah meninjau Kawasan Industri Terpadu di Batang, Jawa Tengah. Kawasan seluas 4.000 hektar itu sebagian di antaranya digunakan untuk menampung industri yang merelokasi pabriknya dari Cina ke Indonesia.

Presiden Joko Widodo saat meninjau kawasan industri terpadu di Batang, Jawa Tengah – dok.Istimewa

“Kenapa kita buka kawasan industri di Batang ini, satu saja jawabannya, karena kita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya. Menciptakan lapangan kerja, itu kita tuju ke situ itu,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta, itu.

Jokowi juga menyebut telah meminta menteri-menterinya dan Kepala BKPM untuk mempersiapkan fasilitas dan kemudahan proses pemindahan pabrik-pabrik itu ke Indonesia. Hingga kini sudah tujuh perusahaan yang menyatakan secara resmi pemindahan tersebut.

“Saya senang hari ini sudah ada yang masuk tujuh (perusahaan). Sudah pasti ini yang tujuh,” ucap Jokowi. (Sut/Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS