Cabut dari Cina ke RI, Sagami akan Lipatgandakan Produksi

Cabut dari Cina ke RI, Sagami akan Lipatgandakan Produksi
Ilustrasi, lampu LED mobil - dok.Autolist

Jakarta, Motoris – Produsen suku cadang elektronik untuk otomotif – dan dikenal sebagai produsen induktor daya atau koil – asal Jepang, Sagami Elec Company, telah memindahkan atau merelokasi pabriknya dari Shenzen, Cina, ke Indonesia. Pabrikan yang didirikan di Shimocho, Ichiba, Tsurumi-ku Yokohama, Jepang, pada tahun 1956 itu berencana melipatgandakan produksi di Indonesia.

Pasalnya, seperti diungkap kolega Motoris di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dengan relokasi pabrik dari Shenzen, Cina ke Indonesia, menjadikan kapasitas produksi juga bertambah. “Karena sebelumnya, dia sudah punya pabrik di Indonesia dan sudah beroperasi, di Medan, Sumatera Utara sejak tahun 2013 lalu,” ujar dia, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/6/2020).

Pernyataan itu klop dengan informasi yang disampaikan manajer pabrik Sagami, Noboru Kamei, Rabu (1/7/2020). Seperti dilaporkan laman NNA.jp atau NNA Business News, Kamei menyatakan perusahaan menggelonotorkan investasi senilai US$ 5 juta atau sekitar Rp 71 miliar untuk membangun pabrik kedua di Kawasan Industri Medan Star, di pinggiran kota Medan, Sumatera Utara.

“PT Sagami Indonesia, yang beroperasi pada tahun 2013, sekarang memproduksi induktor daya untuk kendaraan dengan produksi bulanan 10 juta unit,” kata dia.

Setengah dari total produk yang dihasilkan tersebut, lanjut Kamei, diekspor ke Eropa. Sedangkan setengahnya lagi ke Jepang, Amerika Serikat, dan ke beberapa negara Asia Tenggara.

Pabrik kedua yang dibangun Sagami di Indonesia, yakni di Medan, Sumatera Utara – dok.Sagama Elec Company via NNA,jp

Sedangkan pabrik kedua di Medan yang dibangun sejak Januari lalu dan ditargetkan rampung akhir tahun 2020 ini, bakal memproduksi ibduktor daya yang 80% untuk peralatan audio mobil, pencahayaan LED dan sensor. Sisanya, atau 20% lainya untuk peralatan elektronik rumah tangga dan smartphone.

Kamei memastikan seluruh proses dan jalur produksi pabrik yang ada di Shenzen, Cina, dipindahkan ke Indonesia. Pemindahan pabrik dikarenakan kenaikkan upah buruh di Negeri Tirai Bambu itu yang menjadikan ongkos produksi meningkat.

Pabrik kedua yang dibangun Sagami bakal menyerap 1.500 orang tenaga kerja. Sedangkan pabrik pertama yang beroperasi sejak tahun 2013, telah mempekerjakan 2.000 orang tenaga kerja.

Sebelumnya, Sagami juga disebut-sebut masuk ke Kawasan Industri Terpadu, Batang, Jawa Tengah, dengan nilai investasi US$ 50 juta dan menyerap 6.500 tenaga kerja. Informasi itu muncul, setelah Presiden Joko Widodo, saat meninjau kawasan tersebut, pada Selasa (30/6/2020) menyatakan sudah ada tujuh perusahaan yang menyatakan komitmen untuk merelokasi pabriknya dari Cina ke kawasan tersebut.

“Saya senang hari ini ada tujuh (perusahaan mererelokasi pabriknya ke Indonesia). Kemudian, ada 17 (perusahaan) yang punya komitmen besar sudah masuk ke 60 persen, hampir 100 persen,” kata Presiden, seperti dilansir situs resmi Kominfo.(Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS