Nikel Melimpah, Jokowi Mau RI Jadi Basis Industri Baterai Mobil Listrik Dunia

Nikel Melimpah, Jokowi Mau RI Jadi Basis Industri Baterai Mobil Listrik Dunia
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT RI ke-75 di hadapan DPR dan MPR RI di Jakarta, 14 Agustus 2020 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan peran strategis Republik Indonesia di industri baterai kendaraan listrik dunia. Hal itu, tak lepas dari keberadaan bijih nikel yang cadangannya berlimpah di Tanah Air.

Pernyataan tersebut diungkapkan orang nomor satu di Indonesia itu dalam pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di hadapan perwakilan anggota dan pimpinan DPR dan MPR RI, di Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dalam pidato tersebut, Jokowi menyinggung tentang modalitas Indonesia dalam pembangunan ekonomi yang lesu seperti yang dialami oleh hampir semua negara di dunia setelah diterpa wabah virus corona.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengibaratkan kondisi yang dialami oleh dunia termasuk negara-negara maju saat ini seperti sebuah komputer yang tiba-tiba padam. Alhasil, semua harus dilakukan re-start dan rebooting atau setting ulang sistem.

Kondisi seperti ini, menjadi kesempatan bagi Indonesia mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju. Meski, harus dilakukan melalui upaya-upaya ekstra normal di berbagai bidang dan sektor. “Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar,” ujarnya.

Salah satu yang disebut Jokowi adalah sektor industri manufaktur. Terlebih, republik ini memiliki modalitas besar untuk memacu perekonomian berbasis teknologi terkini, yakni industri kendaraan listrik. Karena, di Nusantara terdapat cadangan bijih nikel yang merupakan bahan dasar baterai ion lithium yang tak lain adalah komponen utama kendaraan listrik.

Ilustrasi, mobil listrik – dok.InsideEVs.

“Kita memiliki bijih nikel, yang bisa diolah menjadi berbagai produk bahan baku industri. Bijih nikel bisa diolah menjadi feronikel, stainless steel, lembaran baja, serta bisa dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai ion lithium,” papar pria yang juga pernah menjabat Wali Kota Solo itu.

Dengan pengembangan bahan baku nikel menjadi baterai ion lithium tersebut Indonesia tak hanya memiliki kemandirian dalam industri kendaraan masa depan. Tetapi, lanjut dia, juga memiliki posisi strategis di dalam pengembangan baterai mobil listrik dunia.

Soal posisi strategis Indonesia itu sebelumnya pernah diungkap Jokowi saat menjadi pembicara kunci di ajang forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2020, di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC), Uni Emirat Arab (UEA), Senin (13/1/2020) lalu. “Sebagai produsen nikel nomor satu di dunia, Indonesia siap memasok industri baterai lithium-ion yang berkembang pesat dan semakin penting,” kata dia kala itu.

Ilustrasi, nikel – dok.Istimewa via SteelGuru

Pasokan nikel dari Indonesia ke dunia, lanjut Jokowi, merupakan bagian dari kontribusi terhadap masa depan energi, khususnya masa depan penyimpanan energi. “Karena elektrifikasi sistem transportasi akan meningkatkan kebutuhan baterai lithium-ion dan nikel,” ucapnya. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This