Babak Belur Karena Covid-19 dan Persaingan, Bridgestone Berniat Tutup Pabrik di Prancis

Babak Belur Karena Covid-19 dan Persaingan, Bridgestone Berniat Tutup Pabrik di Prancis
Ilustrasi, ban Bridgestone - dok.Motoris

Paris, Motoris – Pabrikan ban asal Jepang, Bridgestone Corporation, telah menyatakan akan menurup pabriknya di Bethune, Prancis, karena dinilai sudah bisa bersaing secara global. Rencananya, manajemen parikan yang berdiri di Jepang sejak tahun 1931 itu akan berembuk dengan pemerintah terkait dengan rencana itu.

Namun, seperti dilaporkan Reuters dan Agence France-Presse, Jumat (18/9/2020), pada Senin (21/9/2020) hari ini, dua Menteri Prancis – yakni Menteri Tenaga Kerja dan Urusan Sosial, Elisabeth Borne dan Menteri Muda Perekonomian Agnes Pannier-Runacher untuk berembuk dengan manajemen pabrikan itu.

“Saya dapat memastikan bahwa saya akan pergi pada Senin dengan Menteri Muda Perekonomian Agnes Pannier-Runacher ke Bethune untuk bertemu dengan pejabat dan perwakilan staf lokal,” kata Borne kepada Sud Radio, Jumat (18/9/2020).

Pemerintah Prancis meminta kepada Bridgestone agar meninjau kembali rencana penutupan yang dibangun di wilayah Prancis bagian Utara itu. “Kami ingin Bridgestone meninjau semua skenario. Merupakan tanggung jawabnya untuk melihat semua alternatif,” ujar Borne.

Ilustrasi, Salah satu varian produk ban Bridgestone – dok.Motoris

Sebelumnya, seperti dilaporkan laman Rappler, Rabu (16/9/2020) pekan lalu, manajemen pabrikan itu menyatakan salah satu alasan penutupan pabrik adalah, pasar ban di Eropa yang telah kelebihan kapasitas produksi. Terlebih, persaingan semakin ketat di Asia.

Walhasil, penjualan produk pabrik itu terus menurun. Maklum, pandemi virus corona (Covid-19) telah menghantam industri otomotif Eropa. Sehingga, pasar berkontraksi hingga 40% sepanjang semester pertama seiring dengan pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Prancis.

Oleh karena itu, Bridgestone menimbang ketetapan untuk menutup pabrik dan menjual fasilitas miliknya itu kepada pihak lain. “Ini bukan keputusan yang kami anggap mudah,” kata Direktur Operasi Bridgestone di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, Laurent Dartoux.

Dengan penutupan pabrik tersebut sebanyak 863 orang pekerja bakal kehialngan pekerjaan. Oleh karena itu, sejak Kamis (17.9/2020) unjuk rasa karyawan terus terjadi.

Ilustrasi tumpukan ban Bridgestone – dok.Pakwheels.com

“Saya rasa kemungkinan besar yang terkadi adalah restrukturisasi, bukan penutupan pabrik,” Seorang pejabat serikat Sud Chimie, Christophe Bouttmy, kepada Agence France-Presse di sela-sela rapat komite dewan kerja.

Dalam pernyataan bersama, pemerintah Prancis dan Kepala Wilayah Hauts-de-France Xavier Bertrand, mengaku tak bisa menerima alasan perusahaan yang akan melakukan keputusan yang dinilai “brutal” itu. Mereka menuntut Bridgestone melakukan analisis secara rinci tentang proyek alternatif untuk menghindari penutupan pabrik tersebut.(Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This