Ini Usaha Logistik yang Masih Moncer Saat Pandemi Covid-19

Ini Usaha Logistik yang Masih Moncer Saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi, bisnis angkutan logistik - dok.Mime Asia

Jakarta, Motoris – Mayoritas perusahaan logistik mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat dampak wabah virus corona yang mendera Indonesia, sedangkan sekitar 4,4% mengaku pendapatannya tetap atau bahkan naik. Ada sejumlah usaha logistik yang memang terbukti bertahan atau malah bisnisnya moncer ketika pandemi virus itu terjadi.

“Usaha logistik yang masih bisa bertahan bahkan cenderung naik selama masa Pandemi Covid-19, yakni jasa logistik e-commerce, jasa angkutan barang kiriman (courier service), jasa pergudangan bahan pokok dan barang ritel. Kemudian jasa layanan logistik betkaitan dengan transaksi business to consumer (B to C) dan consumer to consumer (C to C),” papar Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Yuki mengatakan, penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah memengaruhi kegiatan sebagian industri. Banyak perusahaan yang harus terhenti seperti manufatur, otomotif dan elektronik, tekstil dan sejenisnya kecuali penyedia APD kesehatan.

Ilustrasi, truk angkutan logistik – dok.Motoris

“Akibat pasokan bahan baku impor serta terganggunya penjualan ekspor ke beberapa negara terhenti. Hal ini berdampak pada kegiatan logistik penunjang industri itu meskipun ada kebijakan pengecualian,” kata dia.

Dia mengatakan, selama masa Pandemi Covid-19, aktivitas logistik juga mengalami hambatan cukup serius. Hal itu, ujar Yuki, terlihat dari hasil survei yang dilakukan terhadap 1.256 responden yang diambil dari total anggota asosiasi yang sebanyak 3.412 perusahaan, yang digelar selama sebulan pada Agustus lau.

Hasil survei itu menunjukkan, sebanyak 52,9% responden menyatakan mengalami hambatan pengurusan dan pengiriman barang, dan 47,1% menyatakan tidak mengalami hambatan. Adapun hambatan terjadi di Pelabuhan dan Bandar Udara sebanyak 41,5%, hambatan di jalan raya 21,1% serta hambatan yang menyangkut perizinan dan biaya tambahan 37,4%.

Ilustrasi truk logistik di pelabuhan – dok.joc.com

Survei juga memperlihatkan, selama masa Pandemi Covid-19 hingga sekarang ini, sebanyak 95,6% responden menyatakan pendapatan usahanya mengalami penurunan, dan hanya 4,4% responden saja mengaku pendapatan usahanya mengalami kenaikan ataupun tetap. (Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This