Target RI Bebas Truk ODOL Tahun 2023 Dipastikan Tak Berubah

Target RI Bebas Truk ODOL Tahun 2023 Dipastikan Tak Berubah
Iustrasi, truk beruatan lebih melintas di jalan tol - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski hingga kini kondisi perekonomian nasional – termasuk sektor jasa angkutan truk dan logistik – masih terdampak wabah virus corona (Covid-19), namun target taka da lagi truk Over Dimenssion and Over Loading (ODOL) pada tahun 2023 belum berubah. Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaksana aturan itu maupun sosialiasi ke perusahaan angkutan truk maupun pengguna terus di jalankan.

“Sampai saat ini, tidak ada yang berubah dari target yang telah kita tetapkan, bahwa tahun 2023 Indonesia bebas truk ODOL. Justeru, saat ini kita terus menyiapkan SDM, penyempurnaan peraturan, dan komunikasi dengan semua stake holder,” papar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Budi menyebut, yang terbaru, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan UPPKB di Kuta, Bali, Rabu – Jumat (23 – 25 September). “Bimtek ini untuk memberikan pemahaman yang sama terkait dengan penimbangan kendaraan bermotor dan mewujudkan SDM profesional dalam menyelenggarakan penimbangan guna mewujudkan Indonesia Bebas Over Dimension and Over Loading (ODOL) pada tahun 2023 nanti,” kata dia.

Ilustrasi truk di jalan raya – dok.Motoris

Mantan Widyaiswara di Korlantas Polri itu menegaskan, truk ODOL harus dihilangkan dari jalanan di seluruh Indonesia, karena dampak negatif yang diakibatkannya sangat. Selain kerugian ekonomi yang harus ditanggung negara karena perlu perabikan jalan yang rusak akibat truk ODOL hingga puluhan triliun rupiah, juga dampak terhadap keselamatan di jalan juga tak kalah besar.

Dia mengutip data Korlantas Polri yang menunjukkan, sepanjang tahun 2019 lalu, dari 1,3 juta pelanggaran lalu-lintas yang terjadi, 10% atau 136.000 merupakan pelanggaran truk ODOL. “Dan truk ODOL yang menyebabkan kecelakaan lalu-lintas di tol itu 20-30%,” kata dia.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno belum lama ini mengatakan di 11 ruas jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga TBk, hingga Mei 2020, tercatat 272 atau 48% kecelakaan di jalan tol disebabkan oleh truk.

Ilusrasi, truk overload – dok.kelanakota.suarasurabaya.net

“Terbanyak adalah patah sumbu roda atau as, kecepatan rendah sehingga ditabrak kendaraan lain dari belakang, dan rem blong. Ketiga penyebab utama kecelakaan fatal ini merupakan dampak dari angkutan ODOL,” kata dia dalam keterangan resmi.

Sedangkan, lanjut Djoko, kerugian yang dikarenakan negara harus memperbaiki jalanan yang rusak akibat truk bermuatan melebihi kapasitas yang semestinya itu mencapai Rp 43 triliun saban tahun. “Itu menurut data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Yang pasti, banyak dampak negatif dari truk ODOL ini,” ujar Djoko. (Ril/Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This