CATL dan LG Chem Ikut Garap Industri Baterai Listrik Indonesia

CATL dan LG Chem Ikut Garap Industri Baterai Listrik Indonesia
Ilustrasi, booth CATL dalam sebuah pameran teknologi di tahun 2019 lalu - dok.PR Newswire

Jakarta, Motoris – Dua pabrikan pembuat baterai kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia – yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) asal Cina dan LG Chem Ltd dari Korea Selatan – disebut bakal ikut dalam hilirisasi nikel di Indonesia melalui pembangunan pabrik baterai. Proyek ini diperkirakan bernilai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 294,7 triliun (kurs US$ 1 = Rp 14.733).

Kabar tersebut diungkap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Rabu (14/10/2020). “”Ini sebuah angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan hilirisasi industri minerba langsung mendapat respons bagus dari investor asing,” kata dia.

Erick menyebut, Indonesia memiliki cadangan nikel – yang merupakan bahan utama pembuatan baterai kendaraan listrik – yang melimpah. Indonesia menguasai 27% kebutuhan pasar global.

Ilustrasi, label baterai buatan LG Chemical – dok.Nikkei Asian Review

Potensi nikel di dalam negeri, terutama yang dikelola BUMN makin baik setelah selesainya transaksi pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) oleh Holding BUMN Industri Minerba, Mining Industri Indonesia (MIND ID).

MIND ID atau PT Inalum akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia. Baik untuk hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun menjadi baterai kendaraan listrik. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This