Menko Luhut Sebut LG Chem Segera Teken Investasi di RI

Menko Luhut Sebut LG Chem Segera Teken Investasi di RI
Ilustrasi, kantor LG Chem. Perusahaan ini sejak tahun 2011 lalu tercatat sebagai pabrikan pembuat baterai untuk kendaraan listrik terbesar ketiga di dunia - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Langkah pemerintah Indonesia untuk membangun supply chain global kendaraan listrik dari hulu hingga hilir (mulai dari pembangunan industri penghasil bahan dasar, komponen, hingga produksi kendaraan listrik) di Tanah Air tahap demi setahap mulai terwujud. Setelah Hyundai Motor berinvestasi membangun pabrik di Bekasi, Jawa Barat, kini produsen baterai LG Chem Limited dikabarkan segera menandatangani kerjasama investasinya di Indonesia.

Bahkan, seperti diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, perusahaan pembuat baterai listrik kondang asal Korea Selatan itu, bakal meneken komitmen investasi itu pada pekan depan.

“Dalam miggu ini, kalau tidak ada perubahan LG (LG Chem Ltd) dari Korea (Selatan) akan segera tanda tangan,” tandas dia saat menjadi salah satu narasumber seminar yang digelar Universitas Gadjah Mada secara virtual melalui akun Youtube perguruan tinggi itu, Selasa (17/11/2020).

Pabrikan yang berdiri sejak tahun 1947 itu bakal berinvestasi dalam bidang hilirasasi nikel di Tanah Air. Mineral tersebut merupakan bahan dasar utama untuk pembuatan baterai listrik.

Ilustrasi, baterai mobil listrik – dok.CAR Magazine

Sebelumnya, dalam acara Indy Fest 2020 yang merupakan bagian dari peringakatan hari ulang tahun ke-20 PT Indika Energy Tbk secara virtual yang digelar di Jakarta, Senin (19/10/2020), Luhut menyebut proposal investasi LG Chem sejalan dengan kebijakan pemerintah. Meski, ada beberapa hal yang didiskusikan lebih rinci, terkait dengan syasiun pengecasan baterai, jaminan kepada pembeli, hingga daur ulang baterai bekas.

Sedangkan soal keuangan, LG Chem dipastikan sudah siap, Begitu pula dengan insentif yang bakal diterima oleh pabrikan tersebut juga sudah didiskusikan antar kementerian dan sudah tidak ada masalah.

Namun, LG Chem bukanlah satu-satunya pabrikan baterai yang berminat investasi di Indonesia. Pabrikan asal Cina, – yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) – bahkan disebut Luhut juga telah meneken komitmen investasi senilai US$ 4,6 miliar. Begitu pula dengan pabrikan-pabrikan lain yang terkait dengan industri kendaraan listrik.

Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung ke lokasi pembangunan pabrik milik Hyundai Motor Indonesia – dok.Istimewa

“Sekarang kita juga lakukan approach (pendekatan) yang lain (termasuk Tesla Inc), saya kira itu semua masih on going,” ucap mantan Menko Polhukam itu.

Sekadar catatan, laman The Korea Herald, Jumat (30/10/2020) melaporkan hasil penelitian SNE Ressearch sepanjang Januari – September tahun ini, LG Chem menjual baterai dengan total kapasitas 19,9 gigawatt-jam (GWh). Dengan demikian, LG Chem menjadi penguasa pasar terbesar, karena jumlah penjualannya setara dengan 24,6% total penjualan di pasar dunia oleh berbagai pabrikan. (Fat/Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This