Investasi Rp 71 Triliun, Produsen Baterai CATL Bangun Pabrik di RI Mulai 2021

Investasi Rp 71 Triliun, Produsen Baterai CATL Bangun Pabrik di RI Mulai 2021
Ilustrasi, booth CATL dalam sebuah pameran teknologi di tahun 2019 lalu - dok.PR Newswire

Jakarta, Motoris – Jika baru-baru ini pabrikan produsen baterai listrik asal Korea Selatan LG Chemical Ltd, akan menandatangani kerjasama investasi di Indonesia, ternyata pabrikan asal Cina – Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) – sudah terlebih dulu meneken perjanjian kerjasama investasi dengan Indonesia. Bahkan, proses pembangunan pabrik sudah disepakati mulai awal 2021 nanti.

“Sudah, sudah diteken perjanjian kerjasama investasi antara CATL dengan Pak Bahlil (Bahlil Lahadalia, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM), saat beliau bersama dengan sejumlah pejabat tinggi lainnya berkunjung ke Tiongkok (Cina). Produsen baterai itu, menilai Indonesia sangat strategis karena 85% bahan baku baterai, yakni nikel, ada di kita. Cadangan nikel kita itu 25% dari dunia,” ungkap kolega Motoris di BKPM, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (20/11/2020) petang.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Bahlil Lahadalia mengatakan komitmen investasi CATL sekitar US$ 5,1 miliar atau kurang lebih setara dengan Rp 71 triliun (Kurs US$1 = Rp 14.187,70). “Groundbreaking pembangunan pabrik akan dilakukan pada 2021 nanti,” kata dia.

Ilustrasi, baterai mobil listrik – dok.CAR Magazine

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto, yang dikutip Bloomberg, Rabu (14/10/2020) mengatakan selain CATL produsen baterai asal Korea Selatan LG Chem juga berminat berinvestasi di Republik Indonesia. “Ini merupakan perlombaan teknologi. LG Chem dan CATL adalah dua pelopor dalam teknologi baterai lithium,” ujar dia.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut dalam waktu tak lama lagi, LG Chem meneken kerjasama investasi di Tanah Air. “Dalam minggu ini, kalau tidak ada perubahan LG (LG Chem Ltd) dari Korea (Selatan) akan segera tanda tangan,” tandas dia saat menjadi salah satu narasumber seminar yang digelar Universitas Gadjah Mada secara virtual melalui akun Youtube perguruan tinggi itu, Selasa (17/11/2020).

Sebelumnya, laman The Korea Herald, Jumat (30/10/2020) melaporkan, hasil penelitian SNE Ressearch sepanjang Januari – September tahun ini, menyebut LG Chem telah menjual baterai dengan total kapasitas 19,9 gigawatt-jam (GWh). Dengan demikian, LG Chem menjadi penguasa pasar terbesar, karena jumlah penjualannya setara dengan 24,6% total penjualan di pasar dunia oleh berbagai pabrikan.

Ilustrasi, lantor LG Chem – dok.Forbes

Adapun CATL, yang merupakan pabrikan berbasis di Ningde, Cina, itu juga tercatat sebagai salah satu pabrikan pembuat baterai EV terbesar di dunia. Hingga kini, dia masih menjadi pemasok baterai ke sejumlah prousen mobil listrik kondang di dunia, antara lain Hyundai, Honda, Mercedes-Benz, Tesla, Toyota, Volkswagen, dan Volvo.(Sut/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This