Tahun 2040 Kendaraan Listrik Dominasi Dunia, Cina Jadi Pemain Utama

Tahun 2040 Kendaraan Listrik Dominasi Dunia, Cina Jadi Pemain Utama
Ilustrasi, mobil listrik - dok.InsideEVs.

New York, Motoris – Para analis di Bloomberg New Energy Finance (BNEF) memprediksi pada tahun 2040 nanti lebih dari setengah – atau 57% lebih – kendaraan bermotor yang dijual di dunia merupakan kendaraan bertenaga listrik. Menariknya, kendaraan bersumber tenaga setrum yang dijual itu diperkirakan menggunakan baterai lithium ion buatan pabrikan asal Cina.

Laporan riset BNEF yang dilansir Voice of America dan NSE Energy News belum lama ini menyebut, pada tahun 2040 nanti, porsi mobil listrik yang dijual di pasar global bisa mencapai 57% dari total penjualan mobil penumpang di seluruh dunia, menurut. Prosentase kendaraan listrik – di tahun itu – akan sama dengan prosentase penjualan kendaraan komersial ringan di Amerika Serikat, Eropa, dan di Cina.

“Kami melihat kemungkinan nyata bahwa penjualan global mobil penumpang konvensional telah melewati puncaknya (seiring dengan terus menurunnya bahan bakar fosil),” kata Head of Sustainability Vehicle Research BNEF, Colin McKerracher.

Ilustrasi, baterai mobil listrik – dok.Wikipedia

Mengutip hasil penelitian Benchmark Mineral Intelligence (BMI), laman Green Car Congress melaporkan, keberhasilan Cina dalam membangun industri baterai dunia diperkuat oleh fondasi permintaan baterai listrik di pasar dalam negeri. Dengan penduduk 1,4 miliar jiwa lebih, menjadikan Negeri Tirai Bambu itu sebagai pasar terbesar di dunia.

Negara itu kini telah menguasai rantai pasokan baterai lithium-ion dandengan cepat melampaui Jepang dan Korea yang selama sebagian besar dekade sebelumnya menguasai rantai pasokan baterai. “Perusahaan-perusahaan produk kimia asal Cina kini menyumbang 80% dari total produksi bahan mentah dunia pembuatan baterai listrik di dunia. Dari 136 pabrik baterai lithium-ion, 101 di antaranya berbasis di Cina,” tulis laman The Mining yang menyitir data BMI.

Bahkan, salah satu pabrikan baterai kondang asal Cina yakni Contemporary Amperex Technologi Co Ltd (CATL) di tahun 2020 (hingga Oktober lalu) tercatat sebagai produsen baterai listrik terbesar di dunia. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, CATL disebut telah menguasai 27,9% pasar baterai global dan menjadi pemasok baterai untuk pabrikan mobil listrik Tesla, Daimler AG, BMW, dan Toyota.

Ilustrasi, booth CATL dalam sebuah pameran teknologi di tahun 2019 lalu – dok.PR Newswire

Selain nikel yang merupakan bahan utama pembuatan baterai lithium ion, pabrikan-pabrikan Cina juga menguasai bahan mineral lain yang menjadi komponen utama baterai listrik seperti grafit (bahan yang wujudnya seperti arang). Tahun 2019 lalu, negara itu memproduksi 60% grafit dari total produksi dunia.

Penguasaan rantai pasokan baterai listrik oleh Cina ini, menjadi negara itu sebagai pemain utama di industri kedaraan listrik maupun produk elektronik dunia, mulai dari telepon seluler hingga laptop. Negara itu telah merebut panduan pengarah perjalanan industri transportasi dunia di masa mendatang.

Ilustrasi, mengecas baterai mobil listrik – dok.Detroit Business

“Artinya, kini Cina telah menjadi negara yang sangat potensial sebagai pengendali industri kendaraan listrik dunia melalui penguasaan supply chain (rantai pasokan) ke industri (kendaraan listrik dunia). Negara-negara yang menjadi asal industri utama kendaraan (konvensional) selama ini, akan tergantung pada arah yang ditentukan Cina, jika nanti kendaraan listrik telah menguasai dunia. Dan itu tidak membutuhkan waktu yang lama,” ujar analis di New York Stock Exxhange, Gregory Rowe. (Sut/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This