Hyundai Kona Listrik Terbakar, Pertikaian LG Chem – SK Innovation Berkobar

Hyundai Kona Listrik Terbakar, Pertikaian LG Chem – SK Innovation Berkobar
Hyundai Kona listrik yang terbakar di Kanada - dok.Automotive News Canada

Washington, Motoris – Dua pabrikan pembuat baterai mobil listrik asal Korea Selatan – yakni LG Chem dan SK Innovation – sejak tahun 2018 lalu telah bersengketa karena perebutan kontrak pasokan ke sejumlah produsen mobil. Terlebih, LG Chem juga menuding SK Innovation telah mencuri rahasia dagangnya melalui pembajakan 77 orang karyawannya.

Merasa ditelikung, pada April 2019, LG Chem mengajukan gugatan terhadap sepak terjang SK Innovation ke pengadilan Amerika Serikat (AS). Dan proses perdebatan dan persidangan masih terus berlangsung sekarang.

Pertikaian antara keduanya, kembali memanas karena mendapatkan ajang baru, ketika du mobil listrik yakni Hyundai Kona listrik dan Chevrolet Bolt yang menggunakan baterai tegangan tinggi buatan LG Chem terbakar. Lembaga Keselamatan Lalu-lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS dan masing-masing pabrikan pembuat mobil menyebut, 77.000 unit Hyundai Kona listrik dan 68.677 Chevrolet Bolt listrik ditarik (recall) akibat kasus kebakaran itu.

Dan kini, seperti dilaporkan Reuters dan Industry Watch, Jumat (4/12/2020) LG Chem dan SK Innovation berkembali bersitegang di AS. Bulan November lalu, SK Innovation meminta kepada U.S. International Trade Commission (ITC) atau Komisi Perdagangan Internasional Negeri Paman Sam mempertimbangkan kasus recall dua mobil tersebut sebagai pertimbangan dalam melihat perselihannya dengan LG Chem.

Chevrolet Bolt listrik terbakar di Ukraina – dok.Istimewa via InsideEVs

Maklum, dengan tudingan SK Innovation telah mencuri rahasia dagangnya, LG Chem telah meminta lembaga berwenang di AS memblokir perdagangan pabrikan tersebut. Selain itu meminta agar impor bahan baku untuk produksi baterai SK Innovation juga dilarang.

“Baterai LG Chem telah terlibat dalam serangkaian kebakaran dan ledakan, yang meningkatkan kekhawatiran publik. General Motors Co dan Hyundai Motor Co masing-masing kendaraan listrik mereka yang berbaterai buatan LG Chem. Penarikan itu menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan publik dan menggarisbawahi kebutuhan mendesak baterai SK Innovation di Amerika Serikat,” bunyi pernyataan SK Innovation.

Sanggahan LG Chem
Kasus kebakaran itu menjadi alasan kuta untuk tidak menghalangi kemampuan SK dalam memproduksi baterai di pabriknya yang berada di AS. Namun, Rabu (2/12/2020) lalu LG Chem menyebut pernyataan SK Innovation itu tidak tepat waktu dan tidak relevan bagi pertimbangan ITC.

“Karena recall kendaraan listrik yang disebut SKI itu tidak memengaruhi model baterai tahun depan dan tidak memengaruhi kendaraan listrik dengan baterai yang diproduksi di Pabrik LG Chem di Holland, Michigan,” kata LG Chem dalam pernyataan resmi.

Ilustrasi, kantor LG Chem. Perusahaan ini sejak tahun 2011 lalu tercatat sebagai pabrikan pembuat baterai untuk kendaraan listrik terbesar ketiga di dunia – dok.Istimewa

Selama ini LG Chem diketahui telah memasok baterai bagi mobil listrik buatan Tesla dan General Motors. Reuters, pada 28 November 2019 lalu melaporkan sengketa mendapatkan kontrak suplai baterai ke Volkswagen AG untuk produksi mobil listrik di AS pada tahun 2018, dan sengketa semain meruncing karena LG Chem menuding SK Innovation mencuri rahasia dagangnya. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This