Setelah LG Chem dan CATL, Tesla dan BASF Juga Investasi Baterai di RI

Ilustrasi, Tesla – dok.The Verge

Jakarta, Motoris – Setelah LG Energy Solution Ltd (anak perusahaan LG Chem Korea) yang menekekan investasi senilai US$ 9,8 miliar dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL, perusahaan asal Cina) menginvestasikan US$ 5,2 miliar, kini dua pabrikan disebut segera mengesahkan investasinya di Indonesia. Keduanya adalah pabrikan mobil listrik Tesla Inc dan pabrikan kimia terbesar Jerman, BASF.

Informasi tersebut diungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers virtual, Senin (25/1/2021). “Sebentar lagi yang akan kita teken ini adalah BASF sama Tesla Inc,” kata dia.

Ilustrasi-baterai-listrik-buatan-BASF-untuk-mobil-listrik-dok.BASF-Catalyst

Bahlil mengatakan, salah satu alasan yang membuat pabrikan mobil listrik dan produsen baterai meminati Indonesia untuk memproduksi baterai di Tanah Air adalah, karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang berlimpah. Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu produsen dan eksportir nikel terbesar dunia dengan penguasaan pasar mencapai 27%.

“Dengan kebijakan baru, dimana kita tidak mengizinkan ekspor ore (biji) nikel, maka kita ajak produsen-produsen itu untuk memproduksi di dalam negeri kita. Jadi nanti, kita dari hulu ke hilir punya industri baterai,” ungkap Bahlil.

Selain faktor sumber bahan baku, lanjut Bahlil, Indonesia juga memiliki poin penting yang dinilai selaras dengan kenyamanan investasi. Keduanya adalah, penanganan wabh virus corona (Covid-19), serta Undang-undang Cipta Kerja yang membawa angina segar bagi calon investor.

Hanya, hingga kini belum terungkap berapa nilai investasi yang bakal digelontorkan Tesla Inc untuk investasinya di Indonesia. Begitu pula dengan investasi BASF.

Tetapi yang pasti, jika rencana itu benar-benar terealisasi, keberadaan pabrik baterai di Indonesia bakal menjadi penyokong pabarik Tesla yang ada di Asia. Seperti diketahui, Tesla yang telah memiliki gigafactory di Shanghai, Cina, itu tahun ini juga telah mendirikan kantor sekaligus menjual produknya di India.

Ilustrasi, kegiatan di pabrik Tesla – dok.Teslarati.com

Seperti dilaporkan Reuters dan Indian Express, Senin (28/12/2020), informasi itu diungkap Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari. Bahkan, kata Nitin, perusahaan besutan Elon Musk itu juga akan melihat peluang investasi untuk perakitan atau produksi di negeri itu via respon konsumen.

Sementara, terkait dengan rencana kedatangan tim Tesla Inc yang sebelumnya santer dikabarkan bakal datang ke Indonesia, kolega Motoris di BKPM yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (25/1/2021) malam mengatakan, jadwal kunjungan itu ditunda.

Pasalnya, kata dia, adanya ketentuan untuk sementara tidak mengizinkan warga negara asing masuk Indonesia terkait dengan tindakan preventif penyebaran virus corona (Covid-19).

Ilustrasi, kegiatan produksi di BASF – dok.Istimewa

“Seharus memang di pekan-pekan ini. Tetapi karena ada kendala (larangan masuk bagi WNA untuk sementara), maka jadwal itu ditunda. Tetapi intinya, sudah oke akan datang,” kata dia.

Menurut dia, dengan kehadiran empat pabrikan itu, Indonesia diyakini bakal menjadi produsen baterai listrik terbesar di dunia. Pasalnya, berdasar hasil peneletian lembaga SNE Research, sepanjang 2020 lalu, LG Chem dan CATL merupakan dua pabrikan yang menguasai pasar baterai dunia di perinkat satu dan kedua.

“Dan BASF juga merupakan produsen terbesar lainnya. Ketiga perusahaan itu selama ini menjadi penyuplai utama baterai bagi pembuat kendaraan listrik di dunia,” ucap dia.

Seperti dilaporkan laman International Mining, belum lama ini, pada akhir 2018 lalu, BASF telah menggelontorkan investasi senilai 400 juta euro untuk memproduksi baterai di Harjavalta, Finlandia. Produksi baterai itu untuk melayani pasar otomotif Eropa.

Ilustrasi, BASF – dok.Istimewa via Advanced Science News

Namun, BSAF yang menggandeng Norilsk Nickel, itu masih banyak membutuhkan bahan baterai lithium-ion dari luar Eropa. Terlebih, pabrikan yang berkantor di Ludwigshafen, Jerman, ini juga terus melakukan ekspansi pasar. (Fan/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This