Dua Penguasa Pasar Baterai Mobil Listrik di Cina, Kini Investasi di RI

Ilustrasi, booth CATL dalam sebuah pameran teknologi di tahun 2019 lalu – dok.PR Newswire


Jakarta, Motoris– Sepanjang tahun 2020 lalu, lebih dari 63 Giga Watt Hour (GWh) baterai lithium-ion telah dipasang di kendaraan energi baru (NEV) – mulai dari kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga Battery Electric (BEV) – di Republik Rakyat Cina (Cina). Dari jumlah suplai baterai sebanyak itu, 50%-nya berasal dari baterai buatan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Data yang dirilis Aliansi Inovasi Industri Baterai Mobil China (CAPBIIA) yang dilansir Moneyball dan InsideEVs, Selasa (26/1/2021) menyebut total suplai CTAL itu mencapai 31,8 GWh. Sedangkan pasokan terbesar kedua berasal dari pabrikan lokal Cina lainnya, yakni BYD.

Pabrikan asal Shenzhen yang sahamnya juga dimiliki investor kondang –Warren Buffet – ini memasok 9,5 GWh. Sedangkan LG Chem – rodusen baterai asal Korea Selatan – memasok 4,1 GWh lebih.

Ilustrasi, mobil listrik BYD – dok.Reuters

“Total pasokan baterai dari ketiganya mencapai lebih dari 70% dari selurh pasokan baterai ke pasar mobil NEV (elektrifikasi) di Cina sepanjang tahun 2020,” bunyi pernyataan CAPBIIA.

Asosiasi juga menyebut, kini CATL – seperti halnya LG Chem dan BYD – juga terus menggenjot produksi baterai. Merek tak hanya berusaha memenuhi kebutuhan pasar Cina semata, tetapi juga pasar di belahan lain dari dunia, seperti Eropa dan Amerika.

Maklum, mobil energi terbarukan – khususnya mobil listrik – merupakan sebuah tuntutan zaman. Era mobil listrik di berbagai negara telah dimulai, sehingga produsen baterai terus berlomba memperbesar produksi.

Ilustrasi, baterai mobil listrik buatan LG Chem – dok.Istimewa

Terlebih, baterai merupakan unsur komponen utama di sebuah kendaraan listrik. Lantaran itulah, kebuhan bahan baku dan produksi menjadi penting bagi mereka.

Mereka berlomba untuk berinvestasi di negara-negara yang memiliki sumber bahan baku pembuatan baterai, khususnya nikel dan kobalt. Salah satunya di Indonesia.

Seperti diungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers virtual, Senin (25/1/2021), LG Chem melalui anak perusahaannya dan CATL, telah meneken kerjasama investasi dengan Indonesia untuk memproduksi baterai.

Ilustrasi, baterai mobil listrik – dok.CAR Magazine

“LG Energy Solution Ltd (anak perusahaan LG Chem Korea) yang menekekan investasi senilai US$ 9,8 miliar dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL, perusahaan asal Cina) menginvestasikan US$ 5,2 miliar,” ungkap Bahlil. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This