Selain Baterai Mobil Listrik, Ini Produk yang Bakal Dibuat Tesla di RI

Ilustrasi-mobil-Tesla-dok.Istimewa-via-Tesla-North


Jakarta, Motoris – Pabrikan mobil listrik asal California, Amerika Serikat – Tesla Inc – disebut sangat berminat untuk menanam invetasi di Indonesia, karena potensi bahan baku produk yang akan dibuatnya banyak terdapat di wilayah Nusantara. Kini, Tesla dengan pemerintah Indonesia terus melakukan pembicaraan terakit dengan rencana investasi itu.

“Iya. Tesla sangat berminat untuk berinvestasi di kita (Indonesia). Karena memang, cadangan nikel kita itu besar. Selama tahun 2019 lalu, bahkan kita mencapai 27% dari total pasar nikel dunia. Dan Tesla sangat memahami bahwa nikel sampai saat ini merupakan satu komponen lithium baterai yang sangat signifikan dan belum tergantikan,” papar Deputi Investasi & Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Hario Seto, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Namun, ihwal perkembangan apa saja dari pembicaraan yang telah dicapai antara Indonesia dengan pabrikan besuatan Elon Musk itu, Hario tak bersedia menyebutkannya. Sebab, kata dia, Tesla merupakan perusahaan publik yang sahamnya telah diperdagangkan di bursa saham dunia di sejumlah negara.

Mobil Tesla Model S terbaru – dok.Istimewa via CarIndigo.com

Investor pemegang saham pabrikan ini juga tersebar di berbagai negara/ Sehingga, sesuai dengan ketentuan yang ada – khususnya perjanjian menjaga rahasia kebijakan perusahaan – Tesla tidak bersedia mengumbar semua informasi.

Meski begitu, Hario mengatakan, selain baterai listrik, jika nanti Tesla telah benar-benar resmi merealisasikan investasinya juga akan memproduksi produk lain. Produk itu adalah energy storage system (ESS).

ESS merupakan perangkat yang serupa dengan baterai tetapi memiliki kapasitas yang sangat jauh lebih besar atau giga battery. Perangkat tersebut berfungsi sebagai stabilisator atau untuk pengganti pembangkit peaker.

Ilustrasi, pabrik Tesla – dok.Istimewa via WheelsJoint.com

Minat Tesla yang tinggi untuk berinvestasi di Tanah Air, sebelumnya juga diungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers virtual, Senin (25/1/2021). “Sebentar lagi yang akan kita teken ini adalah BASF sama Tesla Inc,” kata dia.

Selain faktor sumber bahan baku, lanjut Bahlil, Indonesia juga memiliki poin penting yang dinilai selaras dengan kenyamanan investasi. Keduanya adalah, penanganan wabah virus corona (Covid-19), serta Undang-undang Cipta Kerja yang membawa angina segar bagi calon investor. (Sut/Sep/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This