Tak Cuma PPnBM 0%, Beli Mobil Baru Juga Bisa Tanpa Uang Muka

Ilustrasi, Daihatsu Xenia model terbaru – dok.Istimewa


Jalarta, Motoris – Pemerintah akan memberlakukan potongan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru (kategori dan jenis tertentu) hingga 100% alias PPnBM 0% sepanjang Maret hingga Mei nanti dengan tujuan mengungkit konsumen rumah tangga (pembelian mobil). Selain itu juga bertujuan untuk mengerek produksi industri, sekaligus memacu pemulihan ekonomi nasional.

Namun relaksasi pajak melalui potonga tarif hingga maksimal ini bukan satu-satunya fasilitas yang diberikan. Seperti ditegaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keteragan resmi yang dirilis di Jakarta, Sabtu (13/2/2021), kebijakan ini juga didukung dengan penetapan uang muka (Down Payment) kredit 0%.

Meski, sejatinya uang muka kredit telah digaungkan sejak beberapa waktu lalu, namun kini disertai dengan kebijakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) kredit. Sekadar catatan, ATMR adalah jumlah aset sebuah bank berdasarkan profil risiko masing-masing aset tersebut.

Ilustrasi, Toyota Vios GR Sport- dok.Istimewa via The Vibes

Dengan penurunan ATMR – oleh Bank Indonesia dan OJK – maka bobot atau besaran risiko kredit mobil juga turun. Jika hal itu terjadi, maka lembaga keuangan (baik bank maupun non bank) yang memberikan pembiayaan kredit tak akan dengan mudah mendapatkan penilian kredit macet oleh otoritas keuangan tersebut, sehingga kenyamanan dan keamanan neraca lembaga yang bersangkutan juga terjamin.

Walhasil, lembaga-lembaga itu tidak kaku dalam memperketat atau super selektif terhadap masyarakat yang mengajukan kredit dengan uang muka 0%.

“Pemberian diskon pajak kendaraan bermotor ini didukung kebijakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka (DP) 0% dan penurunan ATMR Kredit” kata Sri Mulyani.

Ilustrasi, Honda Brio Satya, salah satu mobil Honda yang diekspor Indonesia ke Filipina – dok.Istimewa

Konsumsi masyarakat naik
Menurut dia, dengan meningkatnya pembelian kredit ini maka utilitas atau pemanfaatkan kapasitas produksi terpasang industri otomotif oleh pabrikan-pabrikan yang ada juga meningkat.

Sebab diskon atau potongan pajak (PPnBM) dan uang muka (DP) kredit 0%, ini diyakini dapat mengungkit gairah Konsumsi Rumah Tangga (KRT) kelas menengah, sekaligus dan menjaga momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi yang telah semakin nyata.

Terlebih, lanjut mantan Managing Director Bank Dunia itu, tren pasar otomotif mulai berada di tren kenaikan sejak Juli tahun 2020 lalu. Sedangkan soal persetujuannya terhadap penetapan kebijakan diskon PPnBM itu dikarenakan kebijakan diskon pajak ini akan menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah).

Ilustrasi, kredit mobil – dok.JDM Read

“Nantinya, akan ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan ditargetkan akan mulai berlaku pada Maret 2021,” ujar Sri Mulyani yang pada 19 Oktober 2020 lalu, menolak usulan diskon pajak yang diajukan oleh Kementerian Perindustrian itu.

Potongan atau diskon PPnBM ini diberlakukan secara bertahap selama sembilan bulan dalam tiga periode dengan besaran diskon yang berbeda-beda. Masing-masing periode berlangsung tiga bulan.

Periode pertama berlangsung Maret hingga Mei dengan potongan 100% atau besaran PPnBM menjadi 0%. Kemudian periode Juni hingga Agustus potongan sebesar 50% alias tarif PPnBM menjadi sebesar 50%, dan ketiga periode September hingga November dengan potongan 75% alias PPnBM menjadi 25%.

Kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan – dok.Istimewa via Portonews.com

Namun, insentif ini berlaku untuk mobil dengan kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc (atau 1.498 cc ke bawah). Jenis mobilnya, yakni mobil berpenggerak 4×2 dan sedan.

Hingga saat ini, besaran tarif PPnBM untuk mobil penumpang selain sedan dengan sistem satu gardan berkubikasi 1.500 cc adalah 10%. Kemudian untuk kendaraan bermesin 1.500 cc hingga 2.500 cc besaran tarif PPnBM-nya 20%.

Tarif PPnBM untuk sedan atau station wagon dengan mesin 1.500 cc sebesar 30%. Sedangkan sedan bermesin 1.500 cc – 3.000 cc dikenaii PPnBM sebesar 40%. Sementara yang bermesin 3.000 cc dikenai PPnBM 125%. (Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This