DP 0% Diminta Diperluas Seiring PPnBM Mobil 0%, Ini Kata Leasing

Ilustrasi, leasing atau perusahaan pembiayaan kredit kendaraan bermotor – dok.Istimewa


Jakarta, Motoris
– Pemerintah akan menanggung penuh Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) alias memangkas PPnBM untuk mobil bermesin di bawah 1.500 cc yang berkandungan lokal 70% mulai Maret nanti demi menggenjot penjualan dan mengerek kinerja industri. Tak hanya itu, uang muka (Down Payment/DP) kredit mobil dengan besaran 0%-pun minta diperluas .

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Kamis (11/2/2021) mengatakan, relaksasi PPnBM perlu didukung dengan revisi aturan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk kredit kendaraan bermotor. Peraturan dari Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan hal itu pun diharapkan bisa direvisi

Jika ATMR itu diperingan maka diharapkan banyak lembaga keuangan – yang selama ini memberi pembiayaan kredit mobil – meningkatkan penyaluran pembiayaan dengan DP 0%.

Kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan – dok.Istimewa via Portonews.com

“Pemberian insentif penurunan PPnBM perlu didukung dengan revisi kebijakan OJK untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka atau DP 0 persen,” kata Airlangga dalam keterangan resmi tersebut.

Sebagai catatan, saat ini Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang uang muka kredit di pasal 20 mengizinkan perusahaan multifinance dengan kondisi sehat dengan rasio Non Performing Financing (pembiayaan bermasalah) bersih 1% bisa memberikan DP 0% untuk kredit kendaraan bermotor. Sedangkan bagi perusahaan leasing yang memiliki NPF 1% – 3% uang muka yang ditetapkan harus minimal 10%.

Lantas bagaimana perusahaan leasing menyikapi imbauan dari pemerintah via Menko Perekonomian Airlangga Hartarto itu? Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut imbauan tersebut diperkirakan berat untuk direalisasikan

Ilustrasi – dok.Istimewa

“Karena, saat ini dimana kondisi yang masih memerlukan mitigasi risiko tinggi akibat pandemi Covid-19 banyak perusahaan multifinance yang masih berat untuk menurunkan persentase DP kredit kendaraan sampai 0% Meskipun kendaraan itu telah mendapatkan diskon PPnBM sekali pun,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Masih menghadapi krisis
Saat ini, lanjut Suwandi, akibat terjangan dampak Covid-19, perusahaan pembiayaan masih banyak yang bergelut dengan krisis “Arus kas yang tergerus akibat rendahnya permintaan dan restrukturisasi Lalu potensi peningkatan kredit macet yang membawa konsekwensi pendacangan harus dinaikkan, sampai sulitnya meraih sumber pendanaan,” terang Suwandi

Menurut dia kemampuan memberikan DP 0% sangat tergantung kepada kemampuan masing-masing perusahaan khususnya kekuatan kekuatan sumber dana mereka. Selain itu juga persetujuan dari sumber pemberi dana yakni bank, karena selain dari penerbitan obligasi dan internal perusahaan sumber dana terbesar leasing adalah dari bank.

Ilustrasi, kredit mobil – dok.Istimewa via LendingArch

“Karena perbankan biasanya menetapkan syarat penyaluran pembiayaan lewat leasing harus dengan uang muka minimal seperti yang ditetapkan berdasar aset yang dibiayai berdasar risikonya Jadi kalau leasing diwajibkan menetapkan DP 0%-pun, belum tentu semuanya bisa atau mampu” imbuh Suwandi

Terlebih, pengalaman yang terbaru menunjukkan dari total penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor sepanjang tahun 2020 lalu yang senilai Rp 112,22 triliun Banyak di antaranya yang meminta dilakukan restrukturisasi karena debitur atau konsumen menyatakan kesulitan akibat dampak pandemi Covid-19 (Fan Sut Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This