Pasokan Semikonduktor Dunia Langka, Denso Pacu Produksi di Malaysia

Ilustrasi penggunaan semikonduktor di mobil-dok.eeNews-Automotive


Kuala Lumpur, Motoris – Saat ini pasokan chip atau semikonduktor mobil di dunia mengalami kelangkaan akibat berbagai faktor mulai dari banyaknya permintaan di luar sektor otomotif hingga perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina.

Banyak produsen mobil di dunia pun menyatakan akan menghentikan sementara – atau setidaknya menurunkan kapasitas produksi – akibat seretnya pasokan peranti itu.

Melihat fakta itu, produsen suku cadang mobil kondang asal Jepang – Denso Corporation – bergerak cepat. Melalui anak perusahaannya di Malaysia yakni Denso Malaysia Sdn. Bhd pabrikan mengerek kapasitas produksi pabriknya yang berada di negara bagian Selangor.

Pabrik Denso di Malaysia – dok.Bernama.com

Seperti dilaporkan Kyodo News, Rabu (24/2/2021), Malaysian Investment Development Authority (MIDA) telah menyetujui proyek senilai160 juta ringgit atau sekitar Rp 577,8 miliar itu (kurs 1 ringgit = Rp 3.486,19). Proses produksi semikonduktor – yang diklaim berteknologi lebih advance – itu mulai dilakukan pada April nanti.

“Denso ingin membangun sistem pasokan yang tepat waktu dan meningkatkan produksi di Malaysia, di mana telah infrastruktur yang mapan dan industri semikonduktor terkonsentrasi,” ungkap seorang pejabat Denso di Tokyo kepada NNA News, Rabu (2422021).

Menurut dia, Denso Malaysia merupakan satu-satunya pabrik Denso yang memproduksi semikonduktor di kawasan regional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Seperti diketahui, di wilayah ini juga terdapat pusat produksi mobil dari sejumlah merek dunia, dan Thailand menjadi yang terbesar.

Ilustrasi, penggunaan semikonduktor untuk berbagai fungsi fitur di mobil – dok.Semiconductor Engineering

Industri mobil di Thailand teriak
Sebelumnya, seperti dilaporkan Bangkok Post dan Business Express, Senin (22/2/2021), produsen mobil – berbagai merek – yang berproduksi di Thailand kini mulai was-was setelah maraknya informasi berkurangnya pasokan chip atau semikonduktor untuk mobil di dunia.

Mereka kini dikabarkan tengah berlomba-lomba melakukan pemesanan perangkat tersebut agar produksi mereka terpangkas akibat kepastian pasokan yang tak jelas.

Deputy Bidang Ekonomi Federasi Industri Thailand (FTI) Suparat Sirisuwanangkurat mengatakan saat ini para produsen mobil di Negeri Gajah Putih itu cemas. Terlebih, produksi semikonduktor untuk otomotif juga tak sebanding dengan permintaan.

Ilustrasi, produksi mobil Toyota – dok.Pattaya Mail

Kekurangan semikonduktor global, lanjut Suparat, disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor. Salah satunya, permintaan peralatan elektronik yang meningkat karena penggunaan perangkat elektronik yang naik seiring banyaknya orang bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19.

Selain itu naiknya pertumbuhan kendaraan listrik juga turut mendongkrak permintaan peranti itu. Begitu pula dengan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina.

“Perang dagang Amerika Serikat dengan Cina menyebabkan pembatasan impor chip. dari Cina.Industri otomotif khawatir akan menghadapi situasi yang sama, seperti yang terjadi di Amerika Serikat, karena pasokan chip di Thailand hampir habis,” ujar dia.

Ilustrasi, produksi mobil di sebuah pabrik milik produsen mobil yang beroperasi di Thaland – dok.Bangkok Post

Suparat mengatakan para produsen mobil di Thailand kini tengah melakukan pembicaraan dengan produsen chip. Mereka meminta produsen semikonduktor itu meningkatkan kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi pertumbuhan permintaan yang cepat.

Semikonduktor merupakan komponen penting di industri mobil. Pabrikan menggunakan peranti semikonduktor itu untuk sistem manajemen mesin, hingga sistem ABS.

Ilustrasi produksi mobil yang menghadapi kelangkaan pasokan semikonduktor-dok.Istimewa-via-RT

Selain itu untuk sistem transmisi, sistem instrumentasi kelistrikan, dan modul kendali kelistrikan pada bodi mobil. Bahkan kantung udara, hingga sistem pengaman tambahan. (Fan/Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This