Leasing: DP 0% Paling Aman Diberikan via Kredit Pemilikan Mobil Karyawan

Ilustrasi,penghitungan harga mobil – dok.Kengarff.com


Jakarta, Motoris – Pemerintah melakukan relaksasi perpajakan untuk pembelian mobil melalui pemangkasan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) – sehingga tarif menjadi 0% pada Maret hingga Mei, 50% di Juni hingga Agustus, dan September hingga Desember 25% – sejak 1 Maret kemarin.

Menariknya, paralel dengan kebijakan yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021, juga ada dorongan dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perusahaan pembiayaan menetapkan DP 0% bagi calon debitur yang ingin melakukan kredit kendaraan bermotor.

Meski, tak semua lembaga keuangan penyediaan pembiayaan boleh memberikannya karena dengan syarat harus memiliki rasio pembiayaan bermasalah (NPF) – atau kredit macet – bersih hingga 1%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi bagi perusahaan pembiayaan yang menyediakan DP 0%, berupa pelonggaran peraturan prudensial yakni melalui penurunan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).

Ilustrasi, calon konsumen kredit mobil – dok.US Bank

Namun, bagi Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, kebijakan tersebut bukan sesuatu yang wajib namun sukarela dengan melihat kemampuan masing-masing perusahaan leasing. Terlebih, jika dipaksakan justeru menjadi bumerang bagi perusahaan, karena debitur gagal bayar.

“Kami sudah diskusi dengan diler. Intinya, semua memahami relaksasi ini memang membuat demand lebih tinggi. Tetapi kalau daya beli masyarakat belum pulih, belum tentu realisasinya sesuai ekspektasi. Kalau dipaksakan justeru berisiko tinggi,” papar dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Tetapi, bukan berarti tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan fasilitas DP 0% itu, baik bagi perusahaan leasing maupun masyarakat calon debitur. Peluang yang dirasa aman dan memiliki risiko relatif lebih kecil untuk menggunakan DP 0% itu adalah perusahaan yang memiliki Car Ownership Programme bagi para karyawannya.

Ilustrasi calon pembeli mobil tengah bertransaksi dengan staf diler – dok.Istimewa

“Program pemilikan mobil bagi karyawan yang diadakan oleh perusahaan itu paling aman dan mudah untuk direalisasikan Sebab, debitur dan perusahaan tempat dia bekerja pasti sudah terpercaya Untuk koleksi angsurannya pun dengan teratur dan mudah dilakukan karena langsung potong gaji, sehingga potensi risiko kecil,” papar Suwandi.

Hanya, yang menjadi persoalan adalah tidak semua perusahaan memiliki atau melaksanakan program seperti itu. Sehingga hanya leasing-leasing tertentu yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan perusahaan yang bisa dengan mudah melakukannya.

Sedangkan bagi leasing di luar itu, tentu kondisi saat ini juga menjadi tantangan. Mereka harus benar-benar cermat menghitung potensi risiko di tengah pandemi yang masih belum usai di negeri ini.

Ilustrasi, kredit kendaraan bermotor – dok.Istimewa via Medium

“Ya, paling tidak, untuk mengiringi relaksasi PPnBM itu perusahaan pembiayaan tetap mematok uang muka yang semenarik mungkin lah, seperti yang ada selama ini,” ujar dia.

Sementara, di tengah kondisi sekarang plus lahirnya kebijakan relaksasi PPnBM ini, APPI mematok target pertumbuhan 4,5% – 5%. Target itu disebut selaras dengan target pertumbuhan penjualan mobil yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. (Sut/Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This