Ditargetkan Juni, Perusahaan Baterai Listrik RI Diyakini Lahir Lebih Cepat

Ilustrasi, baterai mobil listrik – dok.CAR Magazine


Jakarta, Motoris – Induk perusahaan produsen baterai kendaraan listrik disebut sudah siap lahir paling lambat bulan Juni nanti seiring dengan mulai bekerjanya perusahaan-perusahaan (lokal maupun asing) yang mengerjakan produk baterai dari hulu (bahan baku) hingga hilir (produk baterai jadi) di Indonesia. Bahkan nama induk perusahaan tersebut sudah ada.

Penegasan itu diungkapkan Ketua Tim Kerja Percepatan Pengembangan EV Baterry, Agus Tjahajana Wirakusumah, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (5/3/2021). “Iya, betul sudah ada nama itu (untuk holding perusahaan). Namanya, Industri Baterai Indonesia atau IBI. Insya Allah tidak lama lagi lahir, kalau targetnya Juni. Tetapi bisa lebih maju atau sebelum bulan itu,” tutur dia.

Agus yang juga mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian ini mengatakan, holding tatau induk itu mewadahi empat perusahaan BUMN. Mereka adalah, holding pertambangan MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik – dok.Motoris

Kepemilikan atau porsi kepemilikan mereka rata, yakni 25% atau masing-masing seperempat. “Jadi IBI atau Indonesia Battery dimiliki bersama empat perusahaan tersebut dan ini terintegrasi hulu hingga hilir. Semua value chain akan dipayungi oleh perusahaan induk ini. Target Pak Wamen BUMN( yakni Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury) sudah terbentuk Juni. Tapi saya kira lebih cepat dari itu,” kata dia.

Perusahaan value chain tersebut bisa perusahaan lokal maupun perusahaan kerjasama antara perusahaan lokal Indonesia dengan luar negeri. Saat ini, proses penjajakan kerjasama antara holding dengan perusahaan-perusahaan value chain itu tengah berlangsung.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam dalam Rakernas Kementerian Perdagangan 2021, yang digelar di Jakarta, Kamis (5/3/2021) mengatakan beberapa pabrikan pembuat baterai listrik dunia telah dalam proses negosiasi dengan pemerintah. Bahkan sudah ada yang sepakat dan akan memulai pembangunan pabrik.

Ilustrasi, baterai mobil listrik buatan LG Energy Solution anak perusahaan LG Chem – dok.Istimewa

Pabrikan-pabrikan itulah yang bakal menjadi value chain di bawah payung holding Industri Baterai Indonesia tersebut. Satu pabrikan yang akan memulai pembangunan pabriknya adalah LG Energy Solution.

Produsen baterai listrik asal Korea Selatan – yang juga anak perusahaan dari LG Chemical – itu akan memulai pembangunan pabriknya di Batang, Jawa Tengah, pada akhir Maret nanti.

“Nilai investasinya US$9,8 miliar. Akan groundbreaking di akhir bulan Maret nanti. Untuk tajap pertama, produksinya (baterai mencapai) 10 gigawatt,” ujar Bahlil.

Ilustrasi, booth CATL dalam sebuah pameran teknologi di tahun 2019 lalu – dok.PR Newswire

Selain LG Energy pabrikan lain yang juga berminat menggarap produk baterai listrik adalah perusahaan asal Cina, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL). Dan satu lagi, pabrikan asal Jerman BASF.
“Proses investasinya saat ini tengah berlangsung,” ucap dia. (Fat/Sut/Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This