Asyik, Diskon PPnBM 100% untuk Mobil Baru Diperpanjang hingga Agustus

Toyota Raize salah satu mobil di bawah 1.500cc yang berhak atas diskon PPnBM hingga 100%-dok.TAM_


Jakarta, Motoris – Pemerintah memperpanjang masa pemberian insentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor. Pasalnya, kebijakan yang diberlakukan sejak 1 Maret lalu itu dinilai telah membuahkan dampak positif bagi industri otomotif nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, Kementerian Keuangan sudah menyetujui diskon tatrif PPnBM atau PPnBM DTP itu diperpanjang.

“Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah kondisi pandemi. Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” kata Agus dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Minggu (13/6/2021).

Melihat respons dan efek positif tersebut, sebut mantan menteri sosial itu, pemerintah akan melakukan perpanjangan fasilitas PPnBM DTP 100% untuk penjualan mobil 4×2 di bawah 1.500 cc hingga Agustus 2021. Selanjutnya, periode untuk diskon PPnBM DTP 50% diperpanjang menjadi Desember 2021.

Ilustrasi, Suzuki All New Ertiga, -dok.PT SIS

Perpanjangan pemberian insentif PPnBM DTP diusulkan Menperin dan disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (11/6/2021).

Menurut Agus, Kementerian Perindustrian mencatat hingga saat ini potensi sektor otomotif didukung sebanyak 21 perusahaan. Total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun dan serapan tenaga kerja langsungnya sebanyak 38 ribu orang.

Selain itu, lebih dari 1,5 juta orang turut bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut. “Artinya, industri otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus segera dipercepat karena industri ini melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya mulai dari hulu hingga ke hilir,” kata dia.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander Cross – dok.Istimewa

Keuntungan pemerintah
Usulan perpanjangan diskon PPnBM DTP ini sebelumnya disampaikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). “Pemerintah bisa menilai dan mengevaluasi apa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir ini, yaitu Maret, April, dan Mei. Kalau kami melihatnya, tepat sasaran, dan semua pihak happy dengan adanya stimulus ini,” ungkap Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto.

Dia menilai program diskon 100% tarif PPnBM DTP ini berjalan sukses. Semua pihak, sebut Jongkie, akan diuntungkan, baik pelaku usaha otomotif, konsumen, serta pemerintah.

Daihatsu Terios – dok.Istimewa

Menurut Jongkie pemerintah akan bisa meraup pendapatan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) dari meningkatnya penjualan mobil. “Di sisi lain, konsumen akan mendapatkan kendaraan baru dengan harga yang lebih terjangkau,” ucap dia.

Gaikindo mencatat, sepanjang lima bulan pertama atau dari Januari hingga Mei tahun ini total penjualan mobil ke konsumen (ritel) di Tanah Air telah mencapai 322.670 unit. Jumlah itu meningkat 23,8% dibanding penjualan selama periode sama tahun lalu yang sebanyak 260.724 unit.

Pada saat yang sama, penjualan mobil dari pabrik ke diler (wholesales) sepanjang kurun waktu yang sama, mencapai 320.749 unit. Jumlh itu naik 29,17% dibanding wholesales selama Januari – Mdei 2020, yang sebanyak 248.309 unit.(Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This