Bukan Indonesia, Tesla Ternyata Minta Pasokan Nikel dari Australia

Ilustrasi baterai listrik buatan Tesla-dok.Istimewa via Olhar Digital


Sidney, Motoris – Produsen mobil listrik kondang asal Amerika Serikat, Tesla Inc, dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan pertambangan Inggris-Australia – BHP – untuk memasok kebutuhan nikel bagi pabrikan tersebut. Nikel dikenal sebagai bahan baku utama baterai listrik dan berbagai komponen lainnya.

Seperti dilaporkan AFP dan Reuters, Kamis (22/7/2021), dalam keterangan resmi yang dirilis di hari itu, BHP mengatakan berdasar perjanjian itu, Tesla akan mematok secara tetap pasokan nikel dari tambang milik BHP di Australia Barat. Logam tersebut digunakan dalam produksi baja tahan karat alias stainless steel.

Sebelumnya, Chief Executive Officer Mercurial Tesla, Elon Musk, menyuarakan kemungkinan dampak kekurangan nikel di masa depan yang berdampak pada kulaitas baterai. Baik bagi segi ketahanan penyimpanan daya maupun kapasitas penyerapan daya, akibatnya jika ingin menambah kapasitas itu akan menjadikan harga baterai jauh lebih mahal.

Ilustrasi, nikel – dok.Istimewa via SteelGuru

Pada sisi lain, pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden telah meminta perusahaan di negerinya untuk membangun rantai pasokan yang tidak terlalu tergantung dengan bahan mentah maupun fasilitas produksi dari Cina. Pasalnya, hubungan antara kedua negara rentan terguncang akibat hubungan diplomatik.

Chief Commercial Officer BHP Vandita Pant memperkirakan permintaan nikel akan terus meningkat seiring dengan kian berkembangnya pasar kendaraan listrik. “Permintaan diperkirakan tumbuh hingga 500% lebih pada dekade yang akan datang (setelah tahun 2030 hingga seterusnya),” kata dia.

Sebelumnya, Tesla disebut-sebut akan berinvestasi di Indonesia terkait dengan kebutuhan bahan baku dan memproduksi baterai bagi mobil listrik buatannya. Serangkaian pendekatan antara dua belah pihak (pemerintah Indonesia dengan Tesla) kabarnya juga telah dilakukan.

Ilustrasi, Tesla Model 3 – dok.Xinhua.com

Namun, hingga kini ternyata belum ada kepastian dari rencana Tesla itu. Sementara, pabrikan yang dikomandani E;on Musk ini telah menjalin kerjasama pasokan nikel dengan sejumlah perusahaan dari beberapa negara.

Selain dengan BHP Australia, Tesla juga telah meneken kerjasama dengan Goro, sebuah perusahaan tambang nikel milik pemerintah Kaledonia Baru, sebuah negara di kawasan Pasifik Selatan.

Meski, sampai kini informasi hingga kapan kontrak itu berlangsung dan berapa nilainya belum diumumkan.

Tetapi yang pasti, berdasar data penelitian USGS tahun 2020, Australia memiliki cadangan nikel sebanyak 15% dari total cadangan dunia yang sebanyak 139.419.000 ton Ni. Sedangkan Indonesia disebut memiliki 52% dari total cadangan global tersebut. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This