Jangan Kaget Kalau Beli Mercedes-Benz Bakalan Susah Tahun Ini

Mercedes-Benz EQS AMG 2022 (Mercedes/Motor1)

Berlin, Motoris – Industri otomotif global tengah diguncang berbagai kendala, mulai pandemi yang membuat pasar menyusut, kemudian krisis pasokan cip semikonduktor yang bermasalah. Persoalan yang kedua ini sudah mulai menghantam beberapa pabrikan otomotif global, mulai Toyota dan Nissan, sejak awal 2021.

Toyota sudah menghentikan produksi dengan mekanisme libur di beberapa fasilitas Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Meksiko, dan negara lain.

Masalah pasokan cip semikonduktor disebut krisis global tanpa alasan. Buktinya, kondisi serupa juga dialami pabrikan lain asal Jerman, Mercedes-Benz. 

Dikutip dari hasil wawancara koran lokal, Frankfurter Allgemeine Zeitung, bos Mercedes-Benz bilang krisis cip semikonduktor bisa bikin pabrikan kehilangan pasokan mobil baru sampai satu tahun, hingga 2023.

Jadi, jangan kaget kalau konsumen yang mau beli Mercedes-Benz bakal susah tahun ini. Susah dapat kepastian kapan mobil datang ke rumah.

Mercedes-Benz mulai menyampaikan krisis cip semikonduktor berpengaruh pada produksi. (motor1)

Dilansir Reuters (24/9/2021), CEO Daimler Ola Kallenius mengatakan, “Permintaan (mobil baru) sangat besar di Mercedes-Benz dan dalam waktu yang sama ada kondisi pembatasan parah yang tidak menguntungkan.“

Kallenius melanjutkan, krisis cip membuat pabrikan mobil premium Jerman ini kuwalahan. Beberapa model bahkan akan mengalami penundaan pasokan hingga tahun depan. Kondisi ini diperparah dengan pandemi yang masih terjadi hingga mempengaruhi pasar. 

Sementara, Agustus lalu dikabarkan kalau Mercedes-Benz memutuskan untuk menghentikan produksi mobil-mobil bermesin V8 edisi 2022 di pasar AS. Alih-alih karena krisis cip, penghentian produksi ini disebut terjadi karena masalah kualitas produk. 

CATEGORIES
TAGS
Share This