Mobil Banyak Ditarik, Laba TAF Ambles 32%

Mobil Banyak Ditarik, Laba TAF Ambles 32%

Jakarta, Motoris – Iklim usaha otomotif nasional tahun lalu memang tidak kondusif, yang ditandai dengan perang diskon dan penurunan penjualan. Selain itu, jumlah mobil yang ditarik perusahaan pembiayaan lantaran konsumen gagal bayar pinjaman cukup banyak.

Tak ayal lagi, hal itu merugikan perusahaan pembiayaan, seperti PT Toyota Astra Financial Services (TAF). Emiten obligasi ini mencetak penurunan laba bersih sebesar 32% menjadi Rp 169 miliar per September 2017, dibandingkan periode sama 2016 sebesar Rp 250 miliar.

Padahal, berdasarkan laporan keuangan emiten berkode TAFS yang dirilis belum lama ini, pendapatan melonjak 27%menjadi Rp 2,3 triliun dari sebelumnya Rp 1,8 triliun. Lalu mengapa laba bersih bisa turun tajam? Rupanya cadangan kerugian penurunan nilai TAF melonjak tajam dari Rp 201 miliar menjadi Rp 533 miliar. Bunga dan keuangan TAF juga naik dari Rp 1 triliun menjadi Rp 1,2 triliun.

Metode perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai dilakukan dengan incurred losses. Piutang pembiayaan konsumen dan investasi sewa pembiayaan akan dihapusbukukan setelah menunggak 150 hari lebih atau pada saat piutang tersebut diputuskan tidak dapat tertagih.

Baca juga: Bank Danamon Jatuh ke Tangan Mitsubishi

TAF adalah perusahaan yang dikendalikan Astra dan Toyota Financial Services Corporation dengan kepemilikan saham masing-masing 50%. Perseroan menyediakan jasa pembiayaan mobil Toyota di Indonesia.

Januari 2018, TAF akan dipimpin oleh Agus Prayitno sebagai chief executive officer (CEO), menggantikan David Iskandar. Agus sebelumnya menjabat CEO Auto2000, diler Toyota terbesar di Indonesia, yang dikendalikan Grup Astra. Posisi Agus di Auto2000 digantikan oleh Martogi Siahaan. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This