Duit Astra dan Temasek Masuk, Go-Jek Bakal Mengaspal di India

Duit Astra dan Temasek Masuk, Go-Jek Bakal Mengaspal di India
Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers kerjasama Astra dan Go-Jek di Jakarta (12/2).

Bangalore, Motoris – Setelah meraup dana US$ 1,2 miliar dari berbagai perusahaan kelas dunia, macam Temasek, Google, dan Astra, Go-Jek berencana meluncurkan layanan penyedia angkutan sepeda motor di India pada paruh kedua 2018. Perusahaan yang dibentuk Nadiem Makarim ini juga disebut-sebut berencana membeli 20% saham perusahaan taksi kakap Indonesia, Blue Bird.

Sumber yang mengetahui rencana itu menuturkan, Go-Jek tengah menjajaki beberapa kota di selatan India dan Gurgaon. Selanjutnya, proyek percontohan akan digelar di beberapa kota. “Go-Jek meraup US$ 1,2 miliar dari seri pendanaan terakhir. Sebagian dana itu akan dialokasikan untuk berekspansi ke beberapa pasar potensial, salah satunya India,” ujar sumber itu kepada Economic Times, Selasa (13/2).

Go-Jek, kata sumber itu, kemungkinan berkolaborasi dengan pemerintahan kota yang mengizinkan angkutan motor beroperasi. Ini merupakan hal penting, mengingat banyak perusahaan lokal di sektor itu tumbang dihajar regulasi. Hanya sedikit negara bagian di India yang mengizinkan angkutan seperti itu.

Dalam dua tahun terakhir, kalangan analis mencatat, beberapa perusahaan seperti Gojek, yakni HeyBob, Zingo, Rideji, dan Dot beroperasi di Bangalore dan beberapa kota di Haryana. Namun, mereka gagal berkembang lantaran dilarang pemerintah setempat dan kekurangan pendanaan.

Sumber lainnya menuturkan, saat ini, Ola dan Uber tidak menggarap pasar taksi sepeda motor dengan serius. Mereka hanya eksis di 10 kota yang permisif dengan angkutan motor, setelah beroperasi selama dua tahun. Itu artinya, pintu Go-Jek untuk masuk segmen ini terbuka lebar. Beberapa sumber lain mengungkapkan, India adalah target ekspansi paling potensial bagi Go-Jek. Sebab, di beberapa negara, ojek online tidak diizinkan.

Sebelumnya, Grup Astra menyuntikkan dana US$ 150 juta ke Go-Jek, mengikuti jejak Google dan GDN yang kabarnya menyetor masing-masing US$ 100 juta. Sejak awal berdiri, jumlah pengemudi Go-Jek yang terdaftar mencapai 1 juta, dengan 125 ribu lebih mitra usaha, 30 ribu penyedia jasa di platform Go-Jek. Mereka menyediakan berbagai jenis jasa, seperti transportasi, pengantar makanan, kurir barang dan jasa, jasa kebersihan. Tiap bulan, Go-Jek memfasilitasi 100 juta lebih transaksi. Saat ini, valuasi Go-Jek sudah menembus US$ 3 miliar. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This