Leasing Ramai-ramai Tancap Gas Gelontorkan Pembiayaan

Leasing Ramai-ramai Tancap Gas Gelontorkan Pembiayaan

Jakarta, Motoris – Perusahaan pembiayaan atau leasing kini ramai-ramai menggenjot nilai pembiayaan yang disalurkan untuk pembelian kendaraan bermotor karena menilai tren pembelian kendaraan bermotor cukup kuat dan stabil.

Namun, seorang pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan agar leasing tak kebablasan lalai memperhatikan risiko Non Performing Financing (NPF) alias kredit macet.

Optimisme masih ‘gurihnya’ kue pasar pembiayaan otomotif dikemukakan Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo dalam keterangan persnya yang diterima Motoris di Jakarta, Kamis (3/5/2018).
Menurutnya, tren pembelian kendaraan masih cukup kuat karena didukung kondisi makro ekonomi yang relatif stabil dan kondusif.

Seorang pengunjung IIMS 2018 yang degan seksama memperhatikan crossover Toyota All New C-HR – dok.Motoris

“Ini tercermin dari pernyataan Bank Indonesia yang memprediksi pertumbuhan kredit baru di kuartal II 2018 akan terus menguat karena didukung oleh kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar. Terutama pada aspek suku bunga kredit yang kompetitif dan biaya persetujuan kredit yang lebih murah,” paparnya.

Lantaran itulah, tahun ini MTF mematok target pembiayaan sebesar Rp 24 triliun. Harjanto optimis target seiai itu bakal tercapai.

“Kami optimistis target pembiayaan tahun ini akan tercapai mengingat pembiayaan baru di triwulan I-2018 sudah mencapai Rp 6,6 triliun,” ucapnya.

Performa di kuartal pertama
Bahkan di hajatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 yang berlangsung 19-29 April lalu, MTF berhasil menggelontorkan pembiayaan senilai Rp 700 miliar.

“Kami mendapatkan 2.530 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) dengan kisaran Rp 700 miliar. Ini menambah nilai pembiayaan yang kami salurkan di triwulan (kuartal) pertama yang sebesar Rp 6,6 triliun,” kata Harjanto menerangkan.

Tak hanya MTF saja yang membetot gas untuk memacu pembiayaan ke sektor otomotif. Perusahaan leasing milik BCA Group, yakni BCA Finance juga ngeggas gelontoran pembiayaan yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp 32,5 triliun.

Salah satu motor gede atau moge Honda yang dihadirkan di IIMS 2018 – dok.Motoris

Langkah PT Mandiri Utama Finance (MUF) setali tiga uang. Menurut Direktur Utamanya, Stanley Setia Atmadja, MUF tahun ini mematok target penggelontoran pembiayaan hingga Rp 10,1 triliun.

“Tahun ini sektor otomotif menunjukan tren yang positif. Baik roda empat maupun roda dua baik di pasar kendaraan baru maupun kendaraan bekas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/5/2018).

Optimisme Stanley bukan tanpa dasar. Data Gaikindo menunjukan, sepanjang kuartal pertama lalu (Januari-Maret 2018) mencapai 291.920 unit atau naik hampir 3% dibanding periode sama tahun lalu.

“Di kuartal pertama kami sudah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 1,93 triliun,” ucapnya.

Titik balik usai lebaran
Sementara itu, kolega Motoris di Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKBN) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewanti-wanti kalangan lembaga pembiayaan agar mewaspadai dan mengantisipasi terjadinya titik balik pasca lebaran.

“Karena dari pengalaman beberapa tahun lalu, setelah lebaran tren kredit macet atau pembiayaan yang macet (NPF) meningkat,” tuturnya saat dihubungi, Jumat (4/5/2018).

Booth Daihatsu di IIMS 2018 – dok.Motoris

Terlebih, pada saat lebaran biasanya angka inflasi juga naik. Kebutuhan masyarakat untuk memenuhi biaya sekolah anak yang masuk tahun ajaran baru dan masuk ke jenjang yang lebih tinggi waktunya juga berbarengan.

“Ekonomi memang relatif stabil, tetapi kemungkinan naiknya inflasi hingga akhr tahun, dan masa panen yang sudah selesai juga wajib diwaspadai. Kalau harga barang-barang meningkat, potensi adanya NPF (pembiayaan bermasalah) juga cukup tinggi,” imbuhnya. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This