Xpander Jadi Mesin Duit Mitsubishi

Xpander Jadi Mesin Duit Mitsubishi

Tokyo, Motoris – Mitsubishi Motors memproyeksikan laba usaha untuk tahun fiskal 2018 yang berakhir Maret 2019 mencapai 110 miliar yen alias US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun. Jumlah itu beda tipis dari proyeksi Reuters 111,5 miliar yen.

Mitsubishi membidik penjualan 1,25 juta unit pada tahun fiskal itu, naik 14% dari tahun sebelumnya. Penjualan di Asia Tenggara akan menjadi motor pertumbuhan, seiring hadirnya Xpander yang booming di Indonesia dan diekspor ke kawasan ASEAN, antara lain Thailand dan Filipina.

Mitsubishi juga memproyeksikan pertumbuhan penjualan kuat terjadi di Tiongkok. Katalisnya adalah ekspansi pabrik perusahaan patungan di Negeri Tirai Bambu.

“Pemulihan penjualan di Jepang juga akan menopang pertumbuhan,” tulis Mitsubishi dalam keterangan resmi, seperti dilansir Reuters, Rabu (9/5/2018).

Baca juga: Mitsubishi Xpander Mulai Kesengsem Segmen Fleet

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya – Mitsubishi Xpander Mulai Kesengsem Segmen Fleet.

Merujuk strategi yang diungkap Oktober 2017, Mitsubishi berencana menggenjot pertumbuhan penjualan global hingga 30% per tahun, dengan fokus di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS). Sebagai bagian dari aliansi Nissan-Renault, Mitsubishi juga berniat memangkas biaya produksi hingga 100 miliar yen dalam tiga tahun ke depan melalui pengembangan bersama dan efisiensi pengadaaan komponen.

Mitsubishi hancur lebur pada 2016, setelah dihantam skandal penipuan bensin mobil kecil. Alhasil, laba tahun fiskal 2016 hanya 5,1 miliar, sebelum bangkit menjadi 98,2 miliar yen pada tahun fiskal berikutnya. Mitsubishi adalah pabrikan otomotif nomor tujuh Jepang.

Saat ini, total SPK Xpander mencapai 66 ribu unit. Dari jumlah itu, Mitsubishi baru memasok 55%, sedangkan sisanya masih inden kurang lebih tiga bulan. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This