WOM Finance Bikin Maybank dan Reliance Perang

WOM Finance Bikin Maybank dan Reliance Perang

Ilustrasi WOM Finance (Tribunnews)

Jakarta, Motoris – Kasus pembatalan penjualan saham PT Wom Finance Tbk milik PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) ke Reliance Capital Management berbuntut panjang. Pihak-pihak yang terlibat di transaksi ini saling serang di pengadilan.

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) versi Sovereign telah memvonis bersalah Maybank atas kasus ini. Tapi, Maybank menolak putusan tersebut dan malah menggugat balik BANI dan Reliance ke Pengadilan Jakarta Selatan dengan minta ganti rugi Rp 2,5 triliun.

“Setiap pihak yang berperkara harus menghormati putusan yang dikeluarkan BANI,” ujar Ketua BANI Sovereign Erry Firmansyah di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Erry menjelaskan, BANI tugasnya memutuskan sengketa perkara. Nanti yang mengeksekusi adalah pengadilan. “Jadi putusan BANI didaftarkan ke pengadilan untuk dieksekusi,” paparnya.

Baca juga: Perusahaan Pembiayaan Toyota Rugi

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Toyota Jadi Perusahaan Jepang Pengeruk Laba Terbesar.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Reliance, BANI telah memvonis bersalah Maybank bersalah atas gagalnya transaksi penjualan WOMF. Lembaga arbitrase itu menilai Maybank telah melanggar conditional sale and purchase agreement (CSPA), dan tidak memenuhi persyaratan pendahuluan yang ditetapkan di dalamnya.

Putusan ini sedang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sesuai dengan Undang-Undang No 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. “Kami siap hadapi gugatan Maybank. Ini merupakan keputusan Majelis,” ujar Erry.

Maybank memberi kuasa hukum kepada Noor Akhmad Riyadhi dan Refikha dari kantor hukum Hotman Paris & Partners. Maybank menegaskan, penyelesaian sengketa hanya akan dilakukan oleh BANI lama yang beralamat di jalan Mampang, Jakarta Selatan.

Maybank menilai Reliance tak sanggup memenuhi persyaratan pendahuluan, khususnya soal ketersediaan dana. Sebaliknya, Reliance menilai Maybank yang gagal memenuhi persyaratan pendahuluan. (gbr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This