Kinerja Express Hancur gara-gara Taksi Online

Kinerja Express Hancur gara-gara Taksi Online

Jakarta, Motoris – PT Express Transindo Utama Tbk terus merugi, seiring booming angkutan daring alias online dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kerugian membengkak dari tahun ke tahun.

Kuartal I-2018, perusahaan taksi milik Grup Rajawali itu membukukan rugi bersih Rp 109 miliar, naik dari periode sama tahun lalu Rp 59 miliar. Pendapatan turun dari Rp 78,3 miliar menjadi Rp 62 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/5/2018), beban langsng perseroan mencapai Rp 110 miliar dari sebelumnya Rp 121 miliar. Alhasil, Express sudah bonyok di pos laba/rugi paling atas, dalam hal ini rugi kotor Rp 48 miliar dari Rp 42 miliar.

Beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp 20,4 miliar dari Rp 13 miliar. Demikian pula beban bunga yang naik tipis dari Rp 42,9 miliar menjadi Rp 43,6 miliar. Alhasil, rugi sebelum pajak mencapai Rp 111 miliar. Akhirnya, ketemulah di ujung rugi bersih Rp 109 miliar.

Baca juga: Mitsubishi Xpander Mulai Kesengsem Segmen Fleet

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya – Mitsubishi Xpander Mulai Kesengsem Segmen Fleet.

Sebelumnya, Express menunda pembayaran kupon obligasi I tahun 2014, akhir Maret lalu. Akibatnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) langsung menurunkan peringkat utang korporasi Express menjadi selective default (SD) dari BB-.

Selain itu, peringkat obligasi I tahun 2014 juga diturunkan dari BB- menjadi D. Kemudian, pada 5 April 2018, perseroan telah mengirimkan dana bunga obligasi ke-15 dan denda keterlambatan selama 11 hari ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2018, utang obligasi Express mencapai Rp 996 miliar. Perseroan juga memiliki utang bank Rp 374 miliar. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This