Pelonggaran Kredit, Jokowi Larang Tagih Pakai Debt Collector

Pelonggaran Kredit, Jokowi Larang Tagih Pakai Debt Collector
Ilustrasi, mobil kreditan ditarik leasing - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah memberikan kemudahan kepada sejumlah sektor usaha dan masyarakat yang terkena dampak dari wabah virus corona (Covid-19) dengan relaksasi atau pelonggaran kredit. Bahkan, dia juga mewanti-wanti lembaga perbankan dan pembiayaan agar tak menggunakan jasa penagih utang alias debt collector dalam menagih angsuran kredit kepada nasabah.

Pernyataan Presiden yang memberikan kelonggaran berupa relaksasi kredit iru disampaikan saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Pelonggaran kredit tersebut, lanjut dia, berupa pelonggaran pembayaran bunga atau angsuran hingga jangka waktu satu tahun ke depan.

“Keluhan yang saya dengar dari tukang ojek, supir taksi, yang sedang memiliki kredit motor atau mobil atau nelayan yang sedang memiliki kredit,” ujar Jokowi.

Sedangkan permintaan agar bank dan leasing tak mengerahkan debt collector ditegaskannya saat konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (24/3/2020) petang. Secara tegas, mantan Wali Kota Solo itu meminta kalangan industri keuangan untuk mematuhi kebijakan pemerintah, dan bila mereka mengabaikannya, maka pemerintah tidak segan-segan menempuh jalur hukum.

Ilustrasi kredit sepeda motor. dok. Istimewa

“Kepada pihak perbankan dan industri keuangan non bank dilarang mengejar-ngejar pembayaran angsuran. Apalagi menggunakan jasa penagihan atau debt collector. Itu dilarang dan saya minta kepolisan mencatat hal ini,” tandas dia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Jakarta, Selasa (24/3/2020) menyatakan telah menindaklanjuti apa yang disampaikan Presiden Jokowi. Terkait dengan pelonggaran tersebut, kata Wimboh, OJK juga melakukan pelonggaran atau fleksibilitas penghitungan Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet baik di perbankan maupun industri pembiayaan atau leasing.

Wimboh juga memastikan permintaan agar penagihan angsuran dengan menggunakan jasa debt collector disetop selama masa darurat wabah virus corona.

“Kami perluas relaksasi (kredit)ini bukan hanya kredit perbankan tapi juga lembaga pembiayaan (leasing),” tandas Wimboh. (Sut/Mus/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This