Terus Diguyur Duit, Valuasi Go-Jek Tembus US$ 5 Miliar

Terus Diguyur Duit, Valuasi Go-Jek Tembus US$ 5 Miliar
Ilustrasi Go-Jek (Motoris)

Singapura, Motoris – Go-Jek mendapatkan dana segar US$ 1,5 miliar dalam fase pendanaan terakhir. Jumlah itu di atas target US$ 1,2 miliar.

Alhasil, valuasi Go-Jek, perusahaan penyedia jasa angkutan online bentukan Nadiem Makarim, membengkak menjadi US$ 5 miliar, berdasarkan penuturan sumber Reuters, Senin (26/2). Itu artinya, valuasi Go-Jek mendekati Grab yang mencapai US$ 6 miliar. Yang berinvestasi di Go-Jek bukan investor kacangaj, melainkan kakap.

Sumber Reuters menuturkan, BlackRock, perusahaan pengelola dana swasta terbesar dunia berbasis di New York, Amerika Seikat, serta Temasek, raksasa investasi Singapura, masing-masing memasok US$ 100 juta ke Go-Jek dalam program pendanaan terakhir. Konglomerat Indonesia tak mau ketinggalan. Bulan ini, Grup Astra menyetor US$ 150 juta ke Go-Jek, yang diikuti Djarum melalui Global Digital Niaga US$ 100 juta. Tencent asal Tiongkok dan Google juga telah masuk Go-Jek.

“Go-Jek kini telah jauh melebihi perusahaan penyedia angkutan online. Perusahaan ini telah merambah pembayaran online dalam kehidupan sehari-hari warga Indonesia, seperti membayar makanan,” ujar anakis Forrestsr Xiaofeng Wang.

Menurut dia, inilah nilai utama yang ditawarkan Go-Jek, sehingga bisa menarik investor kakap model Google hingga Blackrock.

Manajemen Go-Jek mengungkapkan, dana yang diperoleh tahun ini adalah bagian pendanaan yang dimulai akhir 2017. Dana ini bakal digunakan untuk mengembangkan teknologi untuk UKM Indonesia.
Go-Jek kini menyediakan berbagai macam jasa, mulai membel makanan, belanja, cuci mobil, pembersih rumah, hingga penata rambut di seluruh Jakarta. Layanan ini ada di aplikasi Go-Jek.

Pembayaran digital Go-Jek, Go-Pay, juga berkembang pesat. Go-Jek tengah berekspansi ke kota lain di Indonesia. sekaligus memulai binis di Filipina, yang akan diikuti negara Asean lainnya. (gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This