Tak Bayar Denda E-Tilang, 800 STNK Diblokir Polisi

Tak Bayar Denda E-Tilang, 800 STNK Diblokir Polisi
Ilustrasi STNK dan BPKB - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya telah memblokir 800 Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) yang telah mendapatkan sanksi akibat pelanggaran peraturan lalu-lintas yang mereka lakukan dan terjaring sitem Tilang Elekronik (E-Tilang). Jumlah pelanggar sebanyak itu terjaring sejak sistem itu diberlakukan pada November hingga Desember 2018 lalu.

Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan, STNK yang ditilang itu karena pemilik mobil bersangkutan tidak melakukan konfirmasi terhadap surat yang sudah dikirimkan petugas. Padahal, sesuai dengan ketentuan, jika dalam waktu lima hingga tujuh hari pelanggar tidak melakukan konfirmasi, maka polisi berhak memblokir alamat pemilik kendaraan itu.

Akiabt dari pemblokiran itu, kendaraan milik pelanggar itu tak bersurat bukti keabsahan alias bodong. “Ini sebagai efek jera kepada para pelanggar lalu lintas, jadi kami berikan hukuman seperti ini,” ungkap Yusuf di Jakarta, belum lama ini.

Kendati begitu, kata Yusuf, para pemilik mobil atau motor yang STNK-nya diblokir masih bisa menggunakan alamat yang tertera di STNK saat ingin membayar denda tilang atau saat akan membayar pajak tahunan.

Ilustrasi, kamera pengawas jalan raya – dok.chichester Post

“Kalau tidak membayar tentunya pemilik kendaraan itu juga tidak bisa membayar pajak tahunan, jadi denda tilangnya harus dibayar dulu, setelah itu baru aktif lagi status STNK-nya,” kata dia.

Tilang elektronik saat ini masih berlaku di jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta Pusat. Sistem ini masih berlaku untuk penindakan kendaraan pelat B, tetapi ke depan akan diberlakukan secara nasional.(Kpr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This