Ingat, Ujian SIM Secara Elektronik Berlaku Mulai 5 Desember

Ingat, Ujian SIM Secara Elektronik Berlaku Mulai 5 Desember
Ilustrasi, ujian praktik untuk mendapatkan SIM C secara elektronik - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Uji praktik yang menjadi salah satu syarat pembuatan Surat Izin Mengemusi (SIM) motor dan mobil sesaat lagi akan berubah. Tak lagi menggunakan metode manual, tapi akan dilakukan secara elektronik melalui sistem penilaian dari sensor.

Uji praktik yang dinamai electronic driving system atau e-Drives itu bakal diterapkan mulai 5 Desember lusa. Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusuf, memastikan sistem baru itu menjadikan ujian SIM benar-benar profesional.

“Melalui sistem ini diharapkan pemohon SIM akan benar-benar mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, modern, dan terpercaya. Melalui e-Drive proses penilaian akan lebih transparan dan akuntabel,” ujar Yusuf kepada Motoris, di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Ujian praktik untuk mendapatkan SIM A secara elektronik – dok.Istimewa

Sistem e-Drives menggunakan empat buah sensor yang menggantikan petugas lapangan. Keempatnya adalah Passive Infrared, Vibration Sensor, RFID (Radio Frequency Identification), dan Ultasonic.

Empat sesor ini akan ditempatkan dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. RFID berguna untuk membaca kartu uji yang dipegang peserta pembuat SIM, Passice Infrared berfungsi untuk mengetahui saat peserta mulai dan selesai pada masing-masing tes.

Vibratioan sensor memiliki kegunaan untuk mengetahui getaran pada suatu benda yang akan diletalakan pada kun di lintasan pengujian. Sementara untuk Ultrasonic akan untuk mengetahui posisi terakhir mobil pada saat tes tanjakan dan turunan.

Salah satu sensor kamera yang memantau ujian praktik untuk mendapatkan SIM – dok.Istimewa

“Ujian praktik satu SIM C diantranya uji pengereman atau keseimbangan, uji zig zag atau salon, uji angka delapan, uji reaksi rem menghindar, uji berbalik arah membentuk huruf U atau U-turn. Untuk SIM A meliputi maju dan mundur pada jalur sempit, zig zag baik dikondisi maju atau mundur, parkir, dan tanjakan serta turunan,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, data hasil akhir ujian dapat diolah dapat menjadi data statistik untuk dijadikan laporan yang valid bagi pimpinan.

“Dengan e-Drives penilaian yang dilakukan oleh sistem menjadi lebih akurat dan transparan, serta lebih memberikan kepastian hukum,” imbuh Yusuf. (Sql)

Ilustrasi, petugas yang memantau ujian praktik untuk mendapatkan SIM melalui layar – dok.Istimewa

 

CATEGORIES
TAGS
Share This