Kecelakaan Lalu-lintas di Jakarta Meningkat 34%

Kecelakaan Lalu-lintas di Jakarta Meningkat 34%
Ilustrasi, kendaraan bermotor yang melintas di wilayah DKI Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Peristiwa kecelakaan di wilayah DKI Jakarta sepanjang tahun 2019 meningkat 34% yakni dari 5.903 insiden sepanjang 2018 menjadi 7.922 peristiwa di tahun ini. Faktor karakter dan perilaku masyarakat yang abai terhadap aturan dan bahkan cenderung melanggar menjadi penyebabnya.

Seperti diungkapkan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono dari data yang dihimpun, terlihat angka korban meningggal akibat kecelakaan lalu-lintas sepanjang tahun ini turun 10%. Jika di tahun 2018 lalu, jumlah korban meninggal sebanyak 568 orang, tahun ini 509 orang.

“Tetapi, jumlah korban yang mengalami luka berat meningkat 60%, dari 867 orang pada tahun 2018 menjadi 1.390 orang pada tahun 2019 ini,” kata Gatot dalam keterangan resmi, Sabtu (28/12/2019).

Tak hanya korban luka berat, korban luka ringan pun juga meningkat. Prosentasenya juga cukup besar yakni 31%, yaitu dari 5.724 orang pada tahun 2018 menjadi 7.508 orang pada tahun 2019 ini.

Ilustrasi, sepeda motor melintas di Jalan Sudirman menuju Jalan MH Thamrin Jakarta – dok.Motoris

Mengomentari banyaknya kasus kecelakaan, Kepala Subdirektorat Angkutan Multimoda dan Antarmoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Wahyudi, saat dihubungi Motoris, Sabtu (28/12/2019) mengatakan, faktor manusia masih menjadi penyebab utama.

“Kami pernah melakukan kajian yang dibantu oleh mahasiswa jurusan psikologi sebuah perguruan tinggi. Hasilnya menunjukan pelanggaran aturan lalu-lintas sudah menjadi karakter pengguna jalan. Jadi, ini ngeri sekali,” ungkap dia.

Tindakan tegas
Pernyataan serupa diungkapkan oleh diungkapkan Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno. Menurut dia, untuk menegakan aturan lalu-lintas di DKI Jakarta perlu tindakan tegas yang memberi efek jera.

Sebab, hal ini menyangkut perilaku dimana pelanggaran lalu-lintas sudah dianggap sebagai sesuatu yang biasa oleh sebagian masyarakat. Terlebih, pelanggaran yang terjadi, jumlahnya juga terus meningkat.

Ilustrasi, petugas Kepolisian memberikan sanksi tilang kepada pengemudi – dok.Medcom.id

Apa yang dikatakan Djoko, persis seperti yang diungkapkan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Pol. Idham Azis. Dalam keterangan resmi, Sabtu (28/12/2019), dia mengatakan, jumlah pelanggar aturan lalu-lintas di Indonesia tahun ini meningkat dibanding tahun lalu.

Sepanjang tahun ini, sebanyak 7.456.913 pelanggaran diberi sanksi bukti pelanggaran (tilang). Sedangkan 3.620.393 pelanggaran diberi teguran. (Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS