Polisi Mulai Blokir STNK yang Tak Bayar Pajak

Polisi Mulai Blokir STNK yang Tak Bayar Pajak
Ilustrasi, STNK Mobil dan Sepeda Motor - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai menerapkan aturan blokir identitas Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang tidak melakukan pengesahan dua tahun berturut-turut setelah masa berlaku lima tahunan habis. Tahap awal masih berlaku untuk kendaraan yang tidak layak pakai atau rusak.

Selanjutnya, sambil menunggu persiapan untuk mobil atau sepeda motor masih layak pakai diberlakukan di lain waktu.

“Kami lakukan dulu kepada kendaraan yang tidak layak pakai atau rusak. Otomatis kalau tidak melakukan pengesahan akan terblokir datanya,” tutur Direktur Registrasi dan Identifiksi Korlantas Polri Brigjen Pol Halim Paggara di Jakarta, Selasa (24/1/2020).

Menurut Halim, aturan ini berlaku untuk sepeda motor dan mobil, dan diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia atau nasional.

Aturan tersebut sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Pasal 74 menjelakan bahwa ada dua dasar penghapusan registrasi kendaraan, yaitu permintaan pemilik dan pertimbangan pejabat berwenang tentang registrasi kendaraan.

Ilustrasi STNK dan BPKB – dok.Motoris

Pada ayat 2 disebutkan, penghapusan registrasi kendaraan bisa dilakukan bila kendaraan rusak berat sehinga tidak dapat dioperasikan dan pemilik tidak melakukan registrasi minimal dua tahun setelah habis masa berlaku STNK (5 tahunan).

“Jadi secara aturan sudah ada, dan sudah mulai bisa diterapkan oleh kami secara bertahap. Kita juga harus mengecek data-data kendaraan yang bersangkutan itu,” tandas Halim.(Kpr)

CATEGORIES
TAGS
Share This