Naik Motor Main Ponsel Harus Ditindak, Ini Alasannya

Naik Motor Main Ponsel Harus Ditindak, Ini Alasannya
Bersepeda motor sambil melihat pesan yang masuk ke ponsel - dok.Motorcycle & Powersports News

Jakarta, Motoris – Pengguna sepeda motor kini banyak kedapatan bermain teleon seluler – baik menelepon maupun melihat pesan masuk – pada saat berkendara.Padahal risikonya cukup fatal, karena bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Seperti dikatakan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, pada saat seperti itu konsentrasi pengendara akan terpecah. Alhasil, pengendalian kendaraan juga tidak terkontrol dengan baik.

“Bisa lihat setiap hari pemotor yang seperti itu. Bahaya sekali, dan benar-benar harus ditindak karena membayakan diri sendiri dan orang lain,” ungkap Jusri kepada Motoris di Jakarta belum lama ini.

Pernyataan senada diungkapkan mantan Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Budiyanto. Dia menyebut, ketika seseorang yang tengah mengendari dan bermain ponsel maka fokus perhatian akan beralih.

Ilustrasi naik sepeda motor sambil bermain ponsel – dok.Deccan Herald

“Padahal, kendaraan masih melaju dengan kecepatan yang tidak dalam kontrol. Sedangkan kondisi jalan maupun lalu-lintas bisa saja tiba-tiba berubah. Perubahan kondisi yang terjadi membutuhkan kecepatan dan kecermatan bermanuver yang tentunya juga membutuhkan konsentrasi dan reflek yang tinggi pula. Oleh karena itu, jika konsentrasi buyar karena bermain ponsel, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi,” kata dia saat dihubungi, belum lama ini.

Tindakan tegas
Baik Budi maupun Jusri menyakan perlu ada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai hal ini. Lebih dari itu, tindakan tegas juga harus dilakukan untuk memberi efek jera.

“Kasus kecelakaan akibat bermain ponsel tidak sedikit, dan ini juga perlu ketegasan dari petugas agar apabila melihat langsung ditindak atau kena tilang sesuai aturan dalam undang-undang,” ucap Jusri.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Ojol membawa penumpang sambil menekepon – dok.Vietnam Investment Review

Sementara itu, dalam Pasal 283 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.(Kpr/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS