Tes Psikologi Ujian SIM Diterapkan, Ini Alasannya

Tes Psikologi Ujian SIM Diterapkan, Ini Alasannya
Ilustrasi SIM yang diterbitkan oleh Polda Metro Jaya - dok,Motoris

Jakarta, Motoris – Wacana uji psikologi ketika membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Kini hadir kembali dan akan diterapkan di sejumlah daerah termasuk Jawa Tengah.

Tes psikologi ini berlaku untuk pemohon SIM baru atau yang ingin memoerpanjang masa berlaku lima tahunan. Sebelum datang ke Satpas, pemohon diwajibkan datang ke tempat uji psikolologi yang direkomendasikan masing-masing Polda.

“Kalau untuk wilayah Jawa Tengah mulai berlaku Senin  (9/3/2020) ini. Tujuannya agar pemegang SIM ini dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani,” tutur Kasatlantas Polresta Solo, Komisaris Polisi Busroni saat dihubungi Motoris melalui sambungan telepon, Minggu (8/3/2020).

Sementara itu, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu-lintas (Korlantas) Polri Brigjen Pol Chrishnanda Dwilaksana ketika dihubungi Motoris akhir pekan lalu mengatakan, uji materi psikologi begitu dipentingkan dalam membuat SIM. Menurut dia SIM bukan sekadar surat biasa untuk para pengemudi kendaraan tetapi harus bisa mempertanggungjawabkan.

Ilustrasi, SIM, STNK, dan BPKB – dok.Motoris

“Kalau secara psikologi dinyatakan tidak sehat, maka ada gangguan yang dikhawatirkan bisa mengganggu kinerjanya saat mengemudikan kendaraan bermotor. Tentunya hal ini menjadi penting,” ungkap dia.

Persyaratan tes psikologi bagi penertiban SIM ini merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan sebagaimana yang dituangkan dalam pasal 36 Peraturan Kapolri No. 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Aturan itu menyebutkan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani, untuk pemeriksaan kesehatan rohani dilakukan dengan materi tes yang akan menilai beberapa aspek antara lain kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja.(Kpr)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This