Kamera Tilang Elektronik di Jakarta Ditambah, di Sini Tempatnya

Kamera Tilang Elektronik di Jakarta Ditambah, di Sini Tempatnya
Ilustrasi, pemberitahuan tentang wilayah pemberlakuan tilang elektronik di Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Direktorat Lalu-lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengintensifkan penekanan tingkat pelanggaran lalu-lintas melalui pemberlakuan tilang elektronik atau E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Berkaitan dengan perluasan ini, sedikitnya 45 kamera pengintai baru bakal ditempatkan di sejumlah titik di wilayah pemberlakuan E-TLE tersebut.

“Rencananya kami ujicobakan besok, (Jumat) 13 Maret. Tetapi, sampai saat ini masih tentatif. Tetapi, yang pasti pengintesifan sistem E-TLE ini tetap akan dilaksanakan, untuk meningkatkan ketertiban lalu-lintas di wilayah Polda Metro Jaya,” papar Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, saat dihubungi Motoris, Kamis (12/3/2020).

Setelah ujicoba dalam waktu sepekan, Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan sosialisasi. Jika tahap itu sudah dilakukan dalam waktu tujuh hari, tindakan tegas berupa penilangan akan diberlakukan.

“Jadi, kita lakukan proses ini secara bertahap. Ini seperti yang kita lakukan sebelum-sebelumnya di wilayah pemberlakuan E-TLE yang ada. Dan hasilnya, cukup efektif, dimana tingkat pelanggaran oleh pengguna kendaraan turun signfikan,” ungkap Fahri.

Ilustrasi, pemberitahuan area tilang elektronik – dok.Motoris

Keberadaan kamera yang dipasang itu bakal merekam dan mendeteksi pengemudi atau pengendara, serta tindakan pelanggaran yang dilakukannya. Tindakan yang masuk kategori pelanggaran adalah tidak memasangkan sabuk pengaman, melanggar marka jalan, menggunakan telepon seluler saat mengendarai kendaraan, serta melanggar ketentuan pemberlakuan nomor ganjil – genap.

Adapun wilayah yang titik dimana kamera itu berada adalah:
A. Jalur Kota Tua – Gajah Mada-MH Thamrin-Sudirman- Blok M – Senayan yang dipasang 18 kamera baru, dengan titik penempatan sebagai berikut:
1. Simpang Kota Tua: 1 kamera.
2. Simpang Ketapang: 2 kamera.
3. Simpang Harmoni (depan Bank BTN): 4 kamera.
4. Simpang Istana Negara: 1 kamera.
5. Simpang Kebon Sirih: 2 kamera.
6. Simpang Bundaran HI: 1 kamera.
7. Simpang Bundaran Senayan (dari arah Blok M): 1 kamera.
8. Simpang CSW: 4 kamera.
9. Depan Plasa Senayan 2 Arah: 2 kamera.

B. Jalur Grogol-Pancoran, tang dipasangi 8 kamera baru dengan titik sebagai berikut
1. Simpang Pancoran: 2 kamera.
2. Simpang Slipi S. Parman ke Gatsu: 1 kamera.
3. Simpang Tomang: 1 kamera.
4. Simpang Grogol arah Daan Mogot ke Kyai Tapa: 1 kamera.
5. Depan Hotel Fourseasons: 1 kamera.
6. Depan DPR-MPR Pintu utama: 1 kamera.
7. Depan All Fresh Pancoran: 1 kamera.

Ilustrasi, kamera CCTV pengawas jalan raya – dok.chichester Post

C. Jalur Halim-Cempaka Putih, dengan 8 kamera baru yang berada di titik berikut ini:
1. Simpang Halim Lama: 1 kamera.
2. Simpang Rawa Mangun: 1 kamera.
3. Simpang Pramuka: 2 kamera.
4. Simpang Cempaka Putih: 2 kamera.

D. Rasuna Said, Gunung Sahari dan Prof Dr. Satrio, dengan 11 kamera baru di lokasi berikut:
1. Depan Halte Timah (dua arah): 2 Kamera.
2. Depan Halte Setia Budi (dua arah): 2 kamera.
3. Simpang HOS Cokroaminoto Imam Bonjol: 2 kamera.
4. Simpang Tugu Tani dari arah Senen: 1 kamera.
5. Depan Puskurbuk Kemendikbud: 2 kamera.
6. Depan BNI 46 Gunung Sahari: 2 kamera.
(Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This