Banyak WFH, Orderan Ojol Anjlok 50%

Banyak WFH, Orderan Ojol Anjlok 50%
Seorang pengemudi ojek online tengah menunggu oderan di pinggir jalan - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Wabah virus corona yang telah menjadi bencana global, juga mendera Indonesia, sehingga memunculkan kekhawatiran penularan di sela kegiatan masyarakat sehari-hari. Kebijakan lembaga – baik pemerintah maupun swasta – yang meminta bagian maupun seluruh karyawan atau pegawainya untuk bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) menjadi salah satu solusinya.

Namun, kebijakan ini membawa dampak tersendiri bagi para mitra pengemudi ojek online (Ojol). Dari pengakuan sejumlah mitra pengemudi yang disampaikan ke Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), diketahui orderan untuk tumpangan orang merek anjok hingga 50%.

“Itu yang disampaikan teman-teman mitra pengemudi sampai Jumat (20/3/2020) kemarin, order untuk tumpangan orang anjlok sampai 50%. Ini kalau dibandingkan dengan jam-jam sibuk pada hari normal, dimana orang masih masuk kantor atau pergi ke tempat kerja. Termasuk di malam hari. Sedangkan untuk pesanan makanan melalui mereka memang ada kenaikan, tetapi sekitar 10-12%,” kata Ketua Umum Garda Igun Wicaksono, saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

Pengemudi ojek online Grab dan Gojek bersama-sama menunggu order dari calon penumpang – dok.Motoris

Anjloknya orderan itu, lanjut Igun, banyak dialami para mitra pengemudi Ojol di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hal ini, lanjut dia, seiring dengan banyaknya karyawan swasta maupun egawai lembaga pemerintah yang bekerja di rumah.

“Karena itu, kami imbau kepada teman-teman pengemudi untuk memaksimalkan orderan pesan makanan (Grabfood, Gofood, dan lainnya). Namun, ini juga harus diimbangi oleh para mitra gerai makanan untuk terus memberikan informasi yang terus menerus kepada pelanggan mereka tempat mereka memiliki cara-cara pencegahan virus corona. Sehingga orang tidak ragu-ragu juga kan untuk beli  atau pesan makanan,” harap Igun.

Dia juga menyuarakan permintaan para pengemudi Ojol agar pemerintah jangan menempuh cara isolasi total atau lockdown wilayah demi mencegah penularan virus corona. Menurut dia, jika hal itu dilakukan, maka tidak akaa ada orang yang beraktivitas, sehingga pengemudi Ojol pun semakin berat mendapatkan penghasilan.

Padahal, lanjut dia, penghasilan ara pengemudi itu tak hanya untuk menafkahi rumah tangga- anak dan istri – mereka. Namun, lanjut Igun, sebagian juga untuk membayar angusuran sepeda motor yang mereka pergunakan untuk mencari nafkah. Maklum, tidak sedikit dari pengemudi Ojol yang membeli sepeda motor secara kredit.

Ilustrasi, pengemudi ojek online Gojek – dok.Motoris

“Mudah-mudahan wabah ini segera berlalu, dan semua masyarakat bisa kembali beraktiftas secara normal seperti sediakala. Ekonomi lancar, dan kami juga lancar mencari rezeki.” imbuh dia. (Mus/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This