Pertamina Klaim Pasokan BBM di Masa Darurat Corona Aman

Pertamina Klaim Pasokan BBM di Masa Darurat Corona Aman
Ilustrasi, pengisian BBM ke sebuah mobil di SPBU Pertamina - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kondisi aman, dengan level pasokan rata-rata nasional untuk BBM berada di level 23 hari. Level pasokan tersebut dinilai cukup aman untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari di tengah masyarakat yang masih dalam situasi darurat virus corona.

“Stok ini akan terus ditambah sesuai dengan jadwal suplai yang telah direncanakan berdasarkan tingkat konsumsi masyarakat di setiap wilayah,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2020).

Menurut Fajriyah, dari pemantauan yang dilakukan Pertamina, sejak merebaknya wabah virus corona di Tanah Air, konsumsi BBM masyarakat ternyata mengalami penurunan. Maklum, kegiatan mobilitas masyarakat juga menurun, begitu pun dengan penggunaan kendaraan bermotor.

“Tercatat sejak penerapan work from home tanggal 16 Maret 2020, secara umum konsumsi BBM turun 8% dari rata-rata normal harian dari 134,87 ribu kiloliter menjadi 123,74 ribu kiloliter,” kata dia.

Pengisian BBM ke sepeda motor di SPBU Pertamina – dok.Istimewa

Fajriyah menyebut baik dalam kondisi normal maupun darurat Covid 19, keseluruhan operasional produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran produk Pertamina tetap berjalan dengan baik.

“Kami telah menerapkan kebijakan secara internal untuk pengaturan pekerja dimana pekerja di dalam lingkungan operasional perusahaan tetap masuk, sementara untuk pekerja kantoran menjalankan work from home. Dengan kebijakan tersebut, kami memastikan pasokan BBM dan LPG akan aman ke depannya,” imbuh dia.

Sementara itu, masa tanggap wabah corona di Indonesia diperpanjang hingga 29 Mei nanti. Hal itu ditetapkan Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB. Dalam surat bernomor 13A Tahun 2020 Kepala BNPB Doni Monardo menyatakan masa tanggap itu diperpanjang sejak 29 Februari 2020 sampai dengan 29 Mei 2020.

Kantor Pertamina – dok.Istimewa

“Iya, itu memang surat resmi dari Kepala BNPB sebagai dasar acuan pemberlakuan status tersebut. Sehingga, menjadi dasar kebijakan bagi BPNP maupun lembaga lain untuk mengambil tindakan atau langkah terkait dengan antisipasi maupun tindakan terkait dengan Covid-19 (wabah virus corona),” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat BNPB, Rita Rosita, saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Jumat (20/3/2020). (Fat/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This