Wabah Corona, Begini Cara Bayar Pajak Secara Online

Wabah Corona, Begini Cara Bayar Pajak Secara Online
Ilustrasi STNK dan BPKB - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pemilik kendaraan bermotor di seluruh Indonesia, diimbau untuk membayar pajak secara online, untuk mencegah penyebaran wabah virus Covid-19 atau Corona. Melakukan secara daring, tidak harus lagi datang ke Samsat untuk mengurus kewajiban tersebut.

Pemilik mobil dan sepeda motor yang tenggat pembayaran pajak kendaraannya habis alias jatuh tempo pada Maret hingga status masa darurat Corona ini diberlakukan, bisa memanfaatkan layanan pajak online.

“Untuk warga khususnya DKI Jakarta, diharapkan bisa memanfaatkan layanan ini. Meminimalisir penyebaran virus Corona yang kini semakin banyak,” tutur Kepala Hubungan Masyarakat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Arismansyah yang dihubungi Motoris, di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Arismansyah menjelaskan, pemilik kendaraan yang bersangkutan itu cukup mengisi formulir penyetoran PKB tahun berjalan, nanti akan ada resi pembayarannya untuk dibayar melalui ATM bank yang ditunjuk.

“Caranya mudah dan sudah jelas bisa diikuti oleh semua masyarakat. Manfaatkanlah layanan ini dan ini berlaku secara nasional,” ujar dia.

Ilustrasi, STNK Mobil dan Sepeda Motor – dok.Motoris

Lantas, bagaimana caranya, berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Unduh aplikasi Samsat Online Nasional (Samolnas).

2. Pilih menu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan tekan menu pendaftaran.

3. Nanti bakal ada pemberitahuan, TBPKP (Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran) dan stiker pengesahan STNK, yang akan dikirim ke alamat tertera di STNK. Di sini kita diminta untuk mengambil keputusan, apakah setuju dan tidak setuju. Sepakat tentu tekan tombol setuju.

4. Lalu muncul formulir yang harus diisi wajib pajak (orang yang bayar pajak), yakni nomor polisi, NIK, lima digit terakhir nomor rangka, nomor telepon dan email.

5. Bila sudah diisi tekan tombol “lanjutkan”. Sistem akan memproses data selama kurang lebih satu menit. Jika data yang dimasukkan sudah benar, akan muncul data lengkap mengenai kendaraan yang akan dibayarkan pajaknya, sekaligus besaran pajak yang harus dibayarkan.

Ilustrasi, SIM, STNK, dan BPKB – dok.Motoris

6. Kemudian, wajib pajak tinggal menekan tombol setuju untuk mendapatkan kode bayar, yang digunakan buat membayar pajak melalui layanan E-Channel perbankan (e-Banking atau ATM).

“Jadi untuk layanan secara online ini untuk pembayaran pajak kendaraan tahunan berjalan dan tidak memiliki tunggakkan pajak kendaraan bermotor serta apabila memiliki tunggakan pajak kendaraan di bawah satu tahun,” imbuh Arismansyah.(Kpr)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS