PSBB di Jakarta Dimulai Besok, Tak Ada Penutupan Jalan

PSBB di Jakarta Dimulai Besok, Tak Ada Penutupan Jalan
Ilustrasi, pengguna kendaraan bermotor yang melintas di wilayah DKI Jakarta yakni di ruas Jalan Sudirman menuju Bundaran HI Jalan Thamrin - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Setelah mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan – karena sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan atau Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai berlaku besok, Jumat (10/4/2020) hingga 14 hari ke depan. Selama masa itu, polisi memastikan tidak ada penutupan akses kendaraan dari dan menuju Jakarta, meski ada pembatasan pengguna moda transportasi itu.

“Kami pastikan tidak ada penutupan akses. Karena kami juga mengacu pada Peraruran Menteri Kesehatan (Permenkes Nomor 9 Tahun 2020). Kan di situ tidak ada aturan yang menyebutkan ditutupnya akses kendaraan. Yang disebutkan hanya pembatasan jumlah pengguna, terutama penumpang baik kendaraan roda empat maupun roda dua,” papar Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo, saat dihubungi Motoris, Kamis (9/4/2020).

Meski, Sambodo menyebut ketentuan tidak ada penutupan akses tersebut merupakan kondisi hingga hari ini, Kamis (9/4/2020). Pasalnya, teknis pelaksanaan dari ketentuan PSBB mengacu kepada aturan yang diterbitkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Ilustrasi, Jalan Sudirman kota Tangerang yang merupakan salah satu akses menuju DKI Jakarta – dok.Motoris

“Sampai pagi ini (9/4/2020) belum ada ketentuan itu. Jadi kami masih mengaku ke Permenkes. Oleh karena itu, kita akan melihat bagiaman petunjuk teknis dan pelaksanaannya di lapangan nantinya dari pemerintah DKI Jakarta,” terang dia.

Ojol masih berpeluang
Sementara itu, Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua – yang merupakan pagutuban pengemudi ojek online (Ojol) – Igun Wicaksono mengaku dia bersama para mitra pengemudi kini tengah menunggu kepastian dari ketentuan PSBB. Terutama, kata dia, menyangkut kepastian apakah Ojol masih diperbolekan mengakut penumpang atau tidak.

“Karena kan Gubernur DKI Jakarta (Anies Baswedan) kan mengatakan (dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu 8 April kemarin) kalau masih ada kemungkinan Ojol boleh mengangkut (penumpang) dengan catatan mematuhi prosedur tetap yang ada. Kami rasa, kita bisa emenuhi prosedur itu. Mengangkut penumpang menjadi harapan kami di tengah kondisi penurunan order yang terjadi seperti sekarang,” papar dia saat dihubungi Motoris, Kamis (9/4/2020).

Seperti diketahui, dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 dalam poin d disebutkan angkutan roda dua (terasuk Ojol) dilarang membawa penumpang dan hanya diperbolehkan mengangkut barang. Ketentuan ini dirasa memberatkan Ojol.

Ilustrasi mitra pengemudi Ojol Gojek tengah mengantar penumpang – dok.Motoris

“Order mengangkut penupang selama ini memang sudah menurun sampai 80%. Tetapi, orderan itu kalau ditutup sama sekali kan bisa lebih memberatkan kami. Selama ini order pesan makanan memang naik, tapi itu sekitar 20% naiknya,” kata Igun.

Sebelumnya, dalam konferensi pers itu, Anies Baswedan mengaku telah berkoordinasi dengan perusahaan operator Ojol, baik Grab maupun Gojek untuk membahas tentang peluang Ojol tetap diperbolehkan mengangkut penumpang.

“Dan teman-teman operator (OJol) itu mempunyai mekanisme (standar prosedur preventif penularan Covid-19 saat Ojol beroperasi). Karena itu, kami merasa ojek online, selama mereka mengikuti prosedur tetap akan tetap bisa beroperasi,” kata dia. (Sut/Fat/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS