PSBB Jakarta Diperpanjang hingga 22 Mei, Ingat Aturan Berkendara

PSBB Jakarta Diperpanjang hingga 22 Mei, Ingat Aturan Berkendara
Ilustrasi, Lalu-lintas Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sebelum wabah virus corona merebak di Indonesia - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka mencegah meluasnya wabah virus corona (Covid-19) hingga 22 Mei mendatang. Masa PSBB periode pertama yang mulai berlaku 10 April, akan habis masanya pada Kamis (23/4/2020).

“PSBB diperpanjang selama 28 hari. Artinya ada periode kedua, yakni 24 April 2020 sampai 22 Mei 2020,” papar dia saat memberi keterangan kepada pers secara virtual, di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Dia juga meminta masyarakat di wilayah DKI Jakarta agar mematuhi ketentuan pemerintah yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo agar tidak mudik pada saat menjelang Ramadhan hingga menjelang hari raya Idul Fitri.

“Tahan, jangan mudik. Tabungan kita tahan dulu. Karena saat ini kita melewati suatu masa yang sangat menantang. Mudah-mudahan dengan kedisiplinan, apalagi Ramadhan kita bisa kendalikan penularan wabah ini dengan sebaik-baiknya,” papar dia.

Ilustrasi, kamera pengintai tilang elektronik bagi pelanggaran lalu-lintas di jalur busway di Jakarta – dok.Motoris

Terkait dengan perpanjangan masa pemberlakuan PSBB tersebut, pengelolaan mobilitas kendaraan bermotor – baik roda empat atau lebih maupun kendaraan roda dua – tetap berlaku sebagaimana yang selama ini dijalankan.

“Ketentuan tentang pengelolaan mobilitas maupun penggunaan kendaraan sampai saat ini tetap seperti yang ada selama PSBB. Terkait ada larangan mudik. tentu kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan instansi lain seperti kepolisian soal pengaturan angkutan umum maupun angkutan pribadi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Pernyataan serupa diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol.Sambodo Purnomo Yogo. “Kami akan menegakkan aturan yang ditetapkan terkait dengan PSBB ini, apakah ada perubahan (terkait dengan bersamaan pelarangan mudik) diperketat atau bagaimana, kami menunggu perkembangan selanjutnya. Peraturan terkait lalu-lintas tetap ditegakkan, setiap pelanggaran yang menimbulkan bahaya tetap akan ditindak,” ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Seorang pengemudi ojek online tengah menunggu oderan di pinggir jalan – dok.Motoris

Baik Sambodo maupun Syafrin mewantiwanti agar masyarakat mematuhi ketentuan berkendara maupun peraturan lalu-lintas yang berlaku. Selama PSBB berlangsung di periode pertama, kendaraan angkutan umum hanya boleh beroperasi pada pukul 06.00 – 18.00 WIB dengan isi hanya 50% dari kaasitas.

Kendaraan pribadi juga harus diisi maksimal 50% dari kapasitas, dengan formasi duduk penumpang yang diatur sedemikian rupa sesuai jenis kendaraan. Motor pribadi masih diperbolehkan berboncengan dengan syarat antara pengendara dan penumpang satu alamat, sedangkan ojek online dilarang mengangkut penumpang. (Sut/Ril/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This