Aturan Ganjil-genap di Jakarta Berlaku Lagi 3 Agustus, Ini Areanya

Aturan Ganjil-genap di Jakarta Berlaku Lagi 3 Agustus, Ini Areanya
Ilustrasi, pemberitahuan tentang wilayah pemberlakuan tilang elektronik di Jakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebali aturan pelat nomor ganjil-genap (Gage) sebagai cara untuk pengendalian lalu-lintas mulai Senin (3/1/2020). Kebijakan yang berdasar Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019 itu bakal berlaku di 25 ruas jalan atau areanya.

“Iya, mulai kemarin (Jumat, 31 Juli) kita mulai sounding ke masyarakat untuk sosialisasi pemberlakuan kembali aturan ganjil-genap ini. Ketentuan ini berlaku di 25 ruas jalan yang berada di wilayah DKI Jakarta,” papar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (1/8/2020).

Syafrin menambahkan, seperti yang berlaku pada saat sebelum pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, aturan ganjil-genap saat ini juga berlaku pada hari Senin – Jumat di setiap pekannya. Sedangkan hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional tidak berlaku.

Ilustrasi, pemberitahuan area tilang elektronik – dok.Motoris

“Jadi, hari pemberlakuan tidak berubah seperti sebelumnya. Dan yang pasti, saat ini kegiatan masyarakat sudah mulai berangsur padat kembalim sehingga lalu-lintas juga sudah kembali ramai,” ucap dia.

Sementara, terkait dengan ketentuan tilang secara elektronik (ETLE) terhadap pelanggar lalu-lintas, Syafrin menyebut hal itu juga ditetapkan oleh Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya. Hal ini diamini Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo.

“Iya. Tentu ini (tilang elektronik) juga berlaku, karena aturan ganjil-genapnya berlaku,” kata dia saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (1/8/2020) melalui sambungan telepon.

Jalan Jenderal Sudirman Jakarta saat pemberlakukan aturan ganjil-genap sebelum masa PSBB – dok.Motoris

Menurut dia, ketentuan tilang elektronik yang merupakan tindakan pemberoan sanksi merupakan satu kesatuan dengan aturan ganjil genap. Sebab, aturan harus ditegakkan dengan cara diikuti sanksi atas pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan.

Namun, pelanggaran yang dijerat dan diberi bukti pelanggaran secara elektronik itu bukan hanya pelanggaran terhadap ketentuan pelat nomor ganjil atau genap saja, tetapi juga tindak pelanggaran lain. Menerobos lampu isyarat lalu-lintas, melawan arus, dan tindak lain yang melanggar Undang-undang lalu-lintas angkutan jalan, atau aturan lain yang terkait.

Ilustrasi,,Lalu-lintas Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta saat penerapan aturan ganjil-genap -dok.Motoris

Berikut 25 ruas jalan atau area pemberlakuan aturan ganjil genap:
1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan M.H. Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati mulai dari Simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan Simpang Jalan TB Simatupang
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan Jenderal S. Parman mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan Jalan Gatot Subroto
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan M.T. Haryono
18. Jalan H.R. Rasuna Said
19. Jalan D.I. Panjaitan
20. Jalan Jenderal A. Yani mulai dari Simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya Sisi Barat dan Jalan Salemba Raya Sisi Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan Simpang Jalan Diponegoro
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan St. Senen
25. Jalan Gunung Sahari (Fer/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS