Menuju ke Tempat Transportasi Publik, Gojek Paling Sering Digunakan 

Menuju ke Tempat Transportasi Publik, Gojek Paling Sering Digunakan 
Ilustrasi mitra pengemudi Ojol Gojek tengah mengantar penumpang - dok.Motoris

Jakarta. Motoris. Pengguna setia Gojek saat ini jumlahnya disebut dua setengah kali lebih tinggi dibandingkan kompetitornya. Ini terjadi tak lepas dari peran ojek online (ojol) dan taksi online (taksol) sebagai pelengkap integrasi antar-moda transportasi publik.

Data riset berjudul “Ojek Online…Ancaman / Pelengkap atau Nothing bagi Bus TJ?” memaparkan keberadaan transportasi online telah menjadi pelengkap dari transportasi publik. Terutama TransJakarta (TJ), MRT, dan Commuter Line seperti di Jabodetabek.

Riset yang dilakukan Muhammad Zudhy Irawan, pengajar di Fakultas Teknik Universitas Gadjahmada (UGM) dan Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM periode 2019-2020 itu menunjukkan, Gojek unggul dari sisi ketersediaan driver, perilaku driver ke pengguna layanan, kemudahan penggunaan aplikasi, serta keamanan dan keselamatan.

“Meskipun dari sisi diskon kalah dari kompetitornya,” bunyi hasil riset tersebut.

Data riset ini dipaparkan dalam diskusi media bertajuk “Gojek dan Masa Depan Integrasi Antar-Moda Transportasi Publik di Jabodetabek” yang berlangsung di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Ilustrasi, pengemudi ojek online tengah menunggu order penumpang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta – dok.Motoris

Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya S. Dillon menyebut dari berbagai data riset terlihat kesan kompetisi antar-moda transportasi sudah berakhir. Termasuk dengan transportasi online.

”Data menunjukkan tidak ada kompetisi. Justru komplementer antar kendaraan ojek online dengan kendaraan umum,” ujarnya dalam paparan virtual, Selasa (4/8/2020).

Dari riset, lanjut Harya, sekitar 45% pengguna transportasi publik di Jabodetabek telah memfungsikan ojol sebagai solusi first-mile-last-mile (sarana penghubung awal dan akhir perjalanan).

 

Terkait dengan penggunaan ojol, Head of Transport Gojek Group, Raditya Wibowo, menyebut jumlah perjalanan dengan Gojek dari dan menuju hub transportasi meningkat 46% setiap tahunnya. “Kenaikan tersebut menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian penting yang melengkapi transportasi publik guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah urban seperti Jabodetabek,” ungkap dia.

Ilustrasi, pengemudi ojek online Gojek – dok.Motoris

Data internal Gojek mencatat satu dari dua pelanggan Gojek pernah menggunakan layanan Gojek dari atau menuju hub transportasi. Selain itu, jumlah pengguna yang menggunakan layanan GoRide dan GoCar untuk mencapai stasiun MRT pada Desember 2019 meningkat hampir tujuh (7) kali lipat sejak MRT diluncurkan. (Chr)

CATEGORIES
TAGS
Share This